Memasuki Usia 50 Tahun, RSI AYani Tingkatkan Daya Saing Inovasi
Senin, 28 April 2025 - 09:07 WIB
loading...
A
A
A
Ketiga yang akan dikembangkan adalah tata kelola sistem manajemen. Jika sekarang belum masuk ke kecanggihan kecerdasan buatan atau AI, maka ke depan mau tidak mau harus mengadopsinya. "AI item untuk proses tata kelola sudah di depan mata, kalau tidak kita akan ketinggalan," tandasnya.
Selain itu RSI AYani juga terus belajar untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat. Nantinya di 50 tahun ke depan juga akan fokus pada layanan kesehatan preventif (pencegahan) selain layanan kuratif (penyembuhan).
"Nanti bagaimana caranya orang itu tidak sakit dengan layanan pencegahan. Ya kalau sudah terlanjur sakit, pasti akan kita obatin," tuturnya.
Ada banyak capaian selama 50 tahun berdiri. Sudah tidak bisa dihitung capaian itu. Namun kata Prof Nuh, utamanya saat Covid-19 sejak 2020 hingga 2022.
Saat awal Covid-19, RSI AYani berperan menjadi salah satu rumah sakit yang merawat pasien Covid-19. "Di saat rumah sakit lain maju mundur merawat pasien Covid-19, kami dari Yayasan menginstruksikan untuk mengkonversi dari layanan biasa menjadi layanan khusus Covid-19. Itu yang terasa betul hingga kami bisa merawat pasien dengan baik. Tidak hanya itu, pada 2014 lalu, RSI menjadi satu-satunya rumah sakit swasta yang mau bekerjasama dengan BPJS Kesehatan," ungkapnya
Kehadiran RSI AYani hingga 50 tahun ini tidak lepas jasa dari para pendahulu jasa para pendiri yang tidak boleh dilupakan. Di mana atas jasa PCNU Kota Surabaya dan Muslimat Kota Surabaya yang berkhidmat untuk menyediakan layanan kesehatan, membuat RSI AYani bisa berdiri hingga saat ini.
Direktur RSI AYani, dr Dodo Anondo, menambahkan sebagai lembaga kesehatan, RSI AYani selalu dinamis. Sama seperti dunia kesehatan yang selalu dinamis mengikuti perkembangan zaman. "Dulu di RSI AYani kalau operasi pasti dibedah namun sekarang cukup satu atau dua titik bisa mengatasi masalah. Kami dinamis untuk mencapai hal-hal dan tujuan lebih baik lagi," tandasnya.
Dengan layanan dinamis, dr Dodo mengungkapkan bisa memberikan layanan maksimal kepada seluruh pasien yang tidak hanya dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU). "Pasien kita banyak juga orang luar, seperti India, China dan lainnya," tukasnya.
Karena semakin banyak pasien, RSI AYani terus menambah layanan-layanan unggulan. Sentra-sentra layanan dibentuk seperti urologi, ortopedi, hearing dan eye center. Ada juga skin center dan dental center.
Selain itu RSI AYani juga terus belajar untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat. Nantinya di 50 tahun ke depan juga akan fokus pada layanan kesehatan preventif (pencegahan) selain layanan kuratif (penyembuhan).
"Nanti bagaimana caranya orang itu tidak sakit dengan layanan pencegahan. Ya kalau sudah terlanjur sakit, pasti akan kita obatin," tuturnya.
Ada banyak capaian selama 50 tahun berdiri. Sudah tidak bisa dihitung capaian itu. Namun kata Prof Nuh, utamanya saat Covid-19 sejak 2020 hingga 2022.
Saat awal Covid-19, RSI AYani berperan menjadi salah satu rumah sakit yang merawat pasien Covid-19. "Di saat rumah sakit lain maju mundur merawat pasien Covid-19, kami dari Yayasan menginstruksikan untuk mengkonversi dari layanan biasa menjadi layanan khusus Covid-19. Itu yang terasa betul hingga kami bisa merawat pasien dengan baik. Tidak hanya itu, pada 2014 lalu, RSI menjadi satu-satunya rumah sakit swasta yang mau bekerjasama dengan BPJS Kesehatan," ungkapnya
Kehadiran RSI AYani hingga 50 tahun ini tidak lepas jasa dari para pendahulu jasa para pendiri yang tidak boleh dilupakan. Di mana atas jasa PCNU Kota Surabaya dan Muslimat Kota Surabaya yang berkhidmat untuk menyediakan layanan kesehatan, membuat RSI AYani bisa berdiri hingga saat ini.
Direktur RSI AYani, dr Dodo Anondo, menambahkan sebagai lembaga kesehatan, RSI AYani selalu dinamis. Sama seperti dunia kesehatan yang selalu dinamis mengikuti perkembangan zaman. "Dulu di RSI AYani kalau operasi pasti dibedah namun sekarang cukup satu atau dua titik bisa mengatasi masalah. Kami dinamis untuk mencapai hal-hal dan tujuan lebih baik lagi," tandasnya.
Dengan layanan dinamis, dr Dodo mengungkapkan bisa memberikan layanan maksimal kepada seluruh pasien yang tidak hanya dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU). "Pasien kita banyak juga orang luar, seperti India, China dan lainnya," tukasnya.
Karena semakin banyak pasien, RSI AYani terus menambah layanan-layanan unggulan. Sentra-sentra layanan dibentuk seperti urologi, ortopedi, hearing dan eye center. Ada juga skin center dan dental center.
Lihat Juga :