Profil Cak Lontong, Pelawak Cerdas yang Diangkat Jadi Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol
Minggu, 27 April 2025 - 07:32 WIB
loading...
A
A
A
"RUPS menyetujui pembayaran dividen sebesar Rp 24 per lembar saham yang totalnya mencapai Rp38,40 miliar atau 21,60% dari laba bersih. Sepanjang 2024, Perseroan mencatat pendapatan usaha sebesar Rp1,266 triliun dengan kontribusi utama dari segmen pariwisata sebesar 75,11%, sedangkan sisanya berasal dari real estate serta perdagangan dan jasa," kata Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Daniel Windriatmoko dalam keterangannya, Sabtu (26/4/2025).
Perjalanan kariernya bermula dari panggung ludruk Cap Toegoe di Surabaya. Popularitasnya mulai meningkat usai berpartisipasi dalam program Republik BBM, kemudian berlanjut melalui keterlibatannya di Stand Up Comedy Show dan Indonesia Lawak Klub. Atas prestasinya, pada tahun 2017 ia dianugerahi penghargaan seni budaya dari institusi almamaternya.
Pelawak bernama asli Lies Hartono itu dikenal karena gaya berbahasanya yang terstruktur, penggunaan silogisme, serta kebiasaannya menciptakan peribahasa baru. Ia selalu berusaha menjaga agar materi lawakannya tidak menyinggung pihak mana pun, berpegang pada prinsip bahwa tugas komika adalah menghibur, bukan menyalahkan audiens apabila penampilan tidak berhasil.
Dalam menggali materi, ia lebih memilih mengangkat premis-premis sederhana dari kehidupan sehari-hari, seperti istilah "sabar," "takut," hingga fenomena "gaptek," yang kemudian dikembangkan menjadi naskah humor yang cerdas namun tetap mengundang tawa.
Profil Cak Lontong
Cak Lontong merupakan salah satu figur penting dalam dunia komedi Indonesia. Lahir pada 7 Oktober 1970, Cak Lontong mengembangkan kariernya sebagai pelawak, pembawa acara, dan aktor dengan ciri khas tersendiri: humor berlogika absurd yang tetap mengedepankan kesantunan.Perjalanan kariernya bermula dari panggung ludruk Cap Toegoe di Surabaya. Popularitasnya mulai meningkat usai berpartisipasi dalam program Republik BBM, kemudian berlanjut melalui keterlibatannya di Stand Up Comedy Show dan Indonesia Lawak Klub. Atas prestasinya, pada tahun 2017 ia dianugerahi penghargaan seni budaya dari institusi almamaternya.
Pelawak bernama asli Lies Hartono itu dikenal karena gaya berbahasanya yang terstruktur, penggunaan silogisme, serta kebiasaannya menciptakan peribahasa baru. Ia selalu berusaha menjaga agar materi lawakannya tidak menyinggung pihak mana pun, berpegang pada prinsip bahwa tugas komika adalah menghibur, bukan menyalahkan audiens apabila penampilan tidak berhasil.
Dalam menggali materi, ia lebih memilih mengangkat premis-premis sederhana dari kehidupan sehari-hari, seperti istilah "sabar," "takut," hingga fenomena "gaptek," yang kemudian dikembangkan menjadi naskah humor yang cerdas namun tetap mengundang tawa.
Lihat Juga :