Unik, Bakal Calon Bupati Ini Daftar ke KPU dengan Berlari
Minggu, 06 September 2020 - 17:04 WIB
loading...
Calon bupati Sunaryanto berlari didampingi istri Diyah Purwanti berlari menuju KPU Gunungkidul. Foto SINDOnews
A
A
A
GUNUNGKIDUL - Pendaftaran bakal pasagan calon (bapaslon) Bupati das Wakil Bupati biasanya dilakukan dengan konvoi kendaraan. Namun berbeda dengan pasangan bapaslon Bupati dan Wakil Bupati Sunaryanto-Heri Susanto yang diusung Golkar, PKB, Perindo dan beberapa parpol nonparlemen yang memilih berlari.
Setelah meminta restu kepada kedua orangtuanya, Karso Wiyono dan Mbah Welas Sunaryanto mulai aksi dengan jalan cepat sampai di jalan utama Nglipar-Wonosari kemudian dilanjutkan dengan berlari dengan jarak 7 Km. Sunaryanto memulai lari dari rumahnya di Kwarasan Nglipar dengan diikuti ratusan pendukungnya. (Baca: Pasangan Babe Paling Awal Daftar ke KPU Gunungkidul)
Sunaryanto mengatakan, restu kedua orang tua, terutama ibu adalah kekuatan luar biasa untuk mulai perjalanan pengabdian di bumi Handayani. Slogan Handayani Dharmaning Pertiwi dipegang erat. Segala potensi kekuatan yang dimiliki Gunungkidul harus dikelola maksimal. Bukan lagi membangun Gunungkidul, namun saatnya Gunungkidul membangun.
Sebuah slogan yang menunjukkan bahwa semua warga Gunungkidul terlibat. Segala potensi dilibatkan untuk bangkit dari Ketertinggalan maju kabupaten yang diperhitungkan di kancah nasional dan internasional baik dari sumber daya manusia, budaya pariwisata dan lain sebagainya.
"Saya juga memilih lari bukan tanpa alasan. Pertama di dalam situasi pandemi corona, olahraga sangat penting untuk menjaga kesehatan. Kemudian secara filosofi untuk mengejar ketertinggalan tidak bisa hanya dengan jalan santai, namun harus lari kencang menggapai harapan. Kita tahu kondisi alam Gunungkidul yang seperti ini, kondisi masyarakat dengan upah minimum kabupaten terendah di DIY. Bukan waktunya kita santai, namun kita harus berlari mengejar ketertinggalan," ucapnya di Kantor KPU Gunungkidul, Minggu (6/9/2020).
Setelah meminta restu kepada kedua orangtuanya, Karso Wiyono dan Mbah Welas Sunaryanto mulai aksi dengan jalan cepat sampai di jalan utama Nglipar-Wonosari kemudian dilanjutkan dengan berlari dengan jarak 7 Km. Sunaryanto memulai lari dari rumahnya di Kwarasan Nglipar dengan diikuti ratusan pendukungnya. (Baca: Pasangan Babe Paling Awal Daftar ke KPU Gunungkidul)
Sunaryanto mengatakan, restu kedua orang tua, terutama ibu adalah kekuatan luar biasa untuk mulai perjalanan pengabdian di bumi Handayani. Slogan Handayani Dharmaning Pertiwi dipegang erat. Segala potensi kekuatan yang dimiliki Gunungkidul harus dikelola maksimal. Bukan lagi membangun Gunungkidul, namun saatnya Gunungkidul membangun.
Sebuah slogan yang menunjukkan bahwa semua warga Gunungkidul terlibat. Segala potensi dilibatkan untuk bangkit dari Ketertinggalan maju kabupaten yang diperhitungkan di kancah nasional dan internasional baik dari sumber daya manusia, budaya pariwisata dan lain sebagainya.
"Saya juga memilih lari bukan tanpa alasan. Pertama di dalam situasi pandemi corona, olahraga sangat penting untuk menjaga kesehatan. Kemudian secara filosofi untuk mengejar ketertinggalan tidak bisa hanya dengan jalan santai, namun harus lari kencang menggapai harapan. Kita tahu kondisi alam Gunungkidul yang seperti ini, kondisi masyarakat dengan upah minimum kabupaten terendah di DIY. Bukan waktunya kita santai, namun kita harus berlari mengejar ketertinggalan," ucapnya di Kantor KPU Gunungkidul, Minggu (6/9/2020).
Lihat Juga :