Efektif Batasi Pergerakan Orang, DKI Tetap Jalankan Ganjil Genap
Minggu, 06 September 2020 - 14:10 WIB
loading...
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo (pegang mic) di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (2/8/2020). Foto/Dok/Okezone
A
A
A
JAKARTA - Pemetintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pastikan tetap menjalankan ganjil genap di 25 ruas jalan yang berlaku saat ini. Sistem ganjil genap dinilai efektif untuk membatasi pergerakan warga di tengah pandemi Covid-19 ini.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, setiap pekan pihaknya selalu mengevaluasi sistem ganjil genap dan melaporkannya kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selalu ketua Gugus Tugas Provinsi. Menurutnya, berdasarkan hasil evaluasi, sistem ganjil genap tetap dilanjutkan.
"Hampir setiap minggu kami laporkan hasil evaluasi ganjil genap kepada Pak Gubernur. Dari hasil evaluasi ganjil genap dilanjutkan," kata Syafrin kepada wartawan di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (6/9/2020). (Baca juga: Wakil Ketua DPRD DKI Minta Sistem Ganjil Genap di Jakarta Tidak Dihapus )
Syafrin menjelaskan, sistem ganjil genap pada masa pandemi ini harus dilihat sebagai upaya pembatasan pergerakan warga ke tempat ramai yang berpotensi memunculkan penyebaran Covid-19. Menurutnya, dari hasil evaluasi terpantau ada efektifitas penerapan kebijakan ganjil genap ditinjau dari kebijakan pembatasan pergerakan orang di tengah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi ini.
Untuk itu, kata Syafrin, meski terjadi peningkatan lalu lintas sekitar satu sampai dua persen, ada faktor lain yang dilihat yaitu pembatasan pergerakan orang di tengah pandemi ini dalam mengambil kebijakan ganjil genap. "Ada faktor lain kenapa instrumen kebijakan ganjil genap diambil, yaitu sebagai instrumen kebijakan pembatasan pergerakan orang," pungkasnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, setiap pekan pihaknya selalu mengevaluasi sistem ganjil genap dan melaporkannya kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selalu ketua Gugus Tugas Provinsi. Menurutnya, berdasarkan hasil evaluasi, sistem ganjil genap tetap dilanjutkan.
"Hampir setiap minggu kami laporkan hasil evaluasi ganjil genap kepada Pak Gubernur. Dari hasil evaluasi ganjil genap dilanjutkan," kata Syafrin kepada wartawan di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (6/9/2020). (Baca juga: Wakil Ketua DPRD DKI Minta Sistem Ganjil Genap di Jakarta Tidak Dihapus )
Syafrin menjelaskan, sistem ganjil genap pada masa pandemi ini harus dilihat sebagai upaya pembatasan pergerakan warga ke tempat ramai yang berpotensi memunculkan penyebaran Covid-19. Menurutnya, dari hasil evaluasi terpantau ada efektifitas penerapan kebijakan ganjil genap ditinjau dari kebijakan pembatasan pergerakan orang di tengah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi ini.
Untuk itu, kata Syafrin, meski terjadi peningkatan lalu lintas sekitar satu sampai dua persen, ada faktor lain yang dilihat yaitu pembatasan pergerakan orang di tengah pandemi ini dalam mengambil kebijakan ganjil genap. "Ada faktor lain kenapa instrumen kebijakan ganjil genap diambil, yaitu sebagai instrumen kebijakan pembatasan pergerakan orang," pungkasnya.
Lihat Juga :