Puncak Peringatan Hari Kartini, Kongres Perempuan Dunia Bakal Digelar di Rembang
Senin, 21 April 2025 - 18:23 WIB
loading...
A
A
A
“Harapannya hari ini bisa jadi sebuah pemantik agar di tahun depan lebih besar lagi, sosial impact-nya lebih besar lagi, agar bisa jadi panduan-panduan lebih rinci bagaimana mengamalkan nilai-nilai eyang Kartini dalam bentuk nyata,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Jateng Rahmat Dwisaputra mengemukakan struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kab. Rembang lebih banyak dikontribusi sektor tersier, seperti; perdagangan, hotel, restoran serta pariwisata yang didukung UMKM.
“Jadi BI sangat mendukung perempuan dalam perkembangan perekonomian, kaaraena UMKM kebanyakan wanita, ibu-ibu, sekitar 63 persen data nasional, dominasinya Jawa dan Jateng pada khususnya. Wajar kami akan fokus kelompok-kelompok itu,” kata Rahmat.
Pihaknya, sebut Rahmat, menyambut baik ide membuat Kongres Perempuan Dunia pada peringatan Hari Kartini ke depan. Pihaknya akan berkolaborasi maksimal mewujudkan itu.
“Tentunya kami sangat mendukung, karena memang UMKM jadi salah satu soko guru perekonomian nasional juga, yang di dalamnya sebagaian besar pengusaha UMKM adalah perempuan. Seperti semangat ibu Kartini, perempuan jadi soko guru suatu bangsa,” tandasnya.
Sementara itu, saat ini BI Jateng berkolaborasi dengan berbagai pihak akan mengembangkan produksi Batik Lasem, dengan batik cap atau kombinasi batik cap dan tulis. Batik Lasem, sebut Rahmat, masih terkenal premiumnya sehingga hanya bisa dibeli masyarakat di kelompok terbatas, pada konteks karena harga jualnya yang tinggi.
“Nantinya warna-warna pakai bahan alami. Kami akan kembangkan Batik Lasem yang lebih mudah terakses masyarakat, jadi harganya terjangkaulah oleh masyarakat luas,” tandas Rahmat.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Jateng Rahmat Dwisaputra mengemukakan struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kab. Rembang lebih banyak dikontribusi sektor tersier, seperti; perdagangan, hotel, restoran serta pariwisata yang didukung UMKM.
“Jadi BI sangat mendukung perempuan dalam perkembangan perekonomian, kaaraena UMKM kebanyakan wanita, ibu-ibu, sekitar 63 persen data nasional, dominasinya Jawa dan Jateng pada khususnya. Wajar kami akan fokus kelompok-kelompok itu,” kata Rahmat.
Pihaknya, sebut Rahmat, menyambut baik ide membuat Kongres Perempuan Dunia pada peringatan Hari Kartini ke depan. Pihaknya akan berkolaborasi maksimal mewujudkan itu.
“Tentunya kami sangat mendukung, karena memang UMKM jadi salah satu soko guru perekonomian nasional juga, yang di dalamnya sebagaian besar pengusaha UMKM adalah perempuan. Seperti semangat ibu Kartini, perempuan jadi soko guru suatu bangsa,” tandasnya.
Sementara itu, saat ini BI Jateng berkolaborasi dengan berbagai pihak akan mengembangkan produksi Batik Lasem, dengan batik cap atau kombinasi batik cap dan tulis. Batik Lasem, sebut Rahmat, masih terkenal premiumnya sehingga hanya bisa dibeli masyarakat di kelompok terbatas, pada konteks karena harga jualnya yang tinggi.
“Nantinya warna-warna pakai bahan alami. Kami akan kembangkan Batik Lasem yang lebih mudah terakses masyarakat, jadi harganya terjangkaulah oleh masyarakat luas,” tandas Rahmat.
(shf)
Lihat Juga :