Puncak Peringatan Hari Kartini, Kongres Perempuan Dunia Bakal Digelar di Rembang
Senin, 21 April 2025 - 18:23 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 10 Ucapan Hari Kartini untuk Acara Sekolah, Penuh Makna
Canggah RA Kartini, Joddi Mulyasetya Putra (31) menjelaskan para keluarga keturunan langsung RA Kartini yang tergabung di Kartini Heritage Center memang ingin berkolaborasi agar bisa berkontribusi mengimplementasikan nilai-nilai Kartini.
“Adanya (ide) kongres tersebut, setiap warisan eyang Kartini bisa dirincikan dalam sebuah aksi-aksi dan tindakan nyata. Karena gini, yang sulit memang warisan eyang Kartini itu adalah banyak orang yang belum bisa memaknai dengan aksi nyata,” kata Joddi di lokasi.
Dia mengatakan warisan RA Kartini itu lebih kepada pemikiran, konsep, ide dan gagasan untuk memajukan peradaban. Bagaimana perempuan ambil peran berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa.
“Warisan Eyang Kartini bukan warisan yang disimpan atau kemudian hilang karena udara, warisan Kartini itu api semangat yang harus dipertahankan untuk umat Indonesia dan global,” sambungnya.
Pada kegiatan di Kompleks Museum RA Kartini itu, diramaikan dengan sejumlah perlombaan yang sarat makna pelestarian budaya. Di antaranya; lomba Ngadi Sariro alias rias ala keraton hingga lomba hantaran. Diramaikan pula dengan fashion show berbaju adat.
Joddi berharap agar di peringatan-peringatan selanjutnya bisa dikolaborasikan dengan kegiatan diskusi yang cakupannya lebih besar. Seperti ide membuat Kongres Perempuan Dunia.
Canggah RA Kartini, Joddi Mulyasetya Putra (31) menjelaskan para keluarga keturunan langsung RA Kartini yang tergabung di Kartini Heritage Center memang ingin berkolaborasi agar bisa berkontribusi mengimplementasikan nilai-nilai Kartini.
“Adanya (ide) kongres tersebut, setiap warisan eyang Kartini bisa dirincikan dalam sebuah aksi-aksi dan tindakan nyata. Karena gini, yang sulit memang warisan eyang Kartini itu adalah banyak orang yang belum bisa memaknai dengan aksi nyata,” kata Joddi di lokasi.
Dia mengatakan warisan RA Kartini itu lebih kepada pemikiran, konsep, ide dan gagasan untuk memajukan peradaban. Bagaimana perempuan ambil peran berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa.
“Warisan Eyang Kartini bukan warisan yang disimpan atau kemudian hilang karena udara, warisan Kartini itu api semangat yang harus dipertahankan untuk umat Indonesia dan global,” sambungnya.
Pada kegiatan di Kompleks Museum RA Kartini itu, diramaikan dengan sejumlah perlombaan yang sarat makna pelestarian budaya. Di antaranya; lomba Ngadi Sariro alias rias ala keraton hingga lomba hantaran. Diramaikan pula dengan fashion show berbaju adat.
Joddi berharap agar di peringatan-peringatan selanjutnya bisa dikolaborasikan dengan kegiatan diskusi yang cakupannya lebih besar. Seperti ide membuat Kongres Perempuan Dunia.
Lihat Juga :