Dedi Mulyadi Ingin Jalur KA Bandung-Ciwidey Direaktivasi, Warga Resah
Senin, 21 April 2025 - 13:02 WIB
loading...
A
A
A
Tidak hanya rumah tinggal, bahkan aktivitas sehari-hari warga telah menyatu dengan rel yang sudah berubah fungsi menjadi jalan dan area bangunan.
"Kalau di RT ini, hampir semua bangunan permanen. Bahkan ada yang masih ada rel di dalam rumahnya," ujar Dadan.
Diperkirakan, lebih dari 200 jiwa akan terdampak langsung jika reaktivasi benar terjadi. Bahkan satu masjid yang menjadi pusat kegiatan warga juga terancam tergusur. "Yang penting kami ada buat hunian lagi, tidak masalah mau kecil juga," ujarnya.
Senada dengan Dadan, Iim (36), warga Kampung Cibeureum Jati, Desa Sadu, Kecamatan Soreang, yang membuka usaha di atas rel, menyampaikan kegundahannya. "Boleh saja kalau memang reaktivasi jadi kebijakan. Tapi saya bingung nanti usaha di mana lagi," katanya.
Iim yang telah tinggal di lokasi itu selama 15 tahun bersama keluarga kecilnya mengaku harus menenangkan anaknya yang masih duduk di bangku SD, yang mulai cemas akan masa depan tempat tinggal mereka.
Kendati demikian, warga tetap membuka diri terhadap kemajuan dan pembangunan. Mereka hanya berharap pemerintah memberikan solusi yang adil, terutama dalam penyediaan tempat tinggal pengganti dan perlindungan terhadap mata pencaharian mereka.
"Kalau di RT ini, hampir semua bangunan permanen. Bahkan ada yang masih ada rel di dalam rumahnya," ujar Dadan.
Diperkirakan, lebih dari 200 jiwa akan terdampak langsung jika reaktivasi benar terjadi. Bahkan satu masjid yang menjadi pusat kegiatan warga juga terancam tergusur. "Yang penting kami ada buat hunian lagi, tidak masalah mau kecil juga," ujarnya.
Senada dengan Dadan, Iim (36), warga Kampung Cibeureum Jati, Desa Sadu, Kecamatan Soreang, yang membuka usaha di atas rel, menyampaikan kegundahannya. "Boleh saja kalau memang reaktivasi jadi kebijakan. Tapi saya bingung nanti usaha di mana lagi," katanya.
Iim yang telah tinggal di lokasi itu selama 15 tahun bersama keluarga kecilnya mengaku harus menenangkan anaknya yang masih duduk di bangku SD, yang mulai cemas akan masa depan tempat tinggal mereka.
Kendati demikian, warga tetap membuka diri terhadap kemajuan dan pembangunan. Mereka hanya berharap pemerintah memberikan solusi yang adil, terutama dalam penyediaan tempat tinggal pengganti dan perlindungan terhadap mata pencaharian mereka.
Lihat Juga :