Khofifah Targetkan Peningkatan Pajak Daerah Naik 20,4 Persen Akhir 2020
Minggu, 06 September 2020 - 11:01 WIB
loading...
Gubernur Khofifah Indar Parawansa.Foto/dok
A
A
A
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa optimistis penerimaan pajak daerah tetap naik dalam pandemi COVID-19. Bahkan pada semester II 2020, Pemprov Jatim telah menetapkan kenaikan terget penerimaan sebesar 20,4 persen atau Rp2,09 triliun.
Penyesuaian target penerimaan pajak daerah tersebut tertuang dalam rancangan Perubahan APBD tahun 2020 sebesar Rp12,37 triliun dari target awal Rp10,28 triliun. Kenaikan target ini dapat dicapai seiring tingginya tingkat kepatuhan masyarakat Jatim dalam membayar pajak.
"Di samping itu, berbagai program keringanan pajak juga telah dikeluarkan Pemprov Jatim untuk meringankan masyarakat di tengah situasi sulit akibat pandemi COVID-19," katanya, Minggu (6/9/2020).
Sejak April lalu Pemprov sudah memberi keringanan pembayaran pajak dengan pembebasan sanksi yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian diskon corona sampai dengan adanya pemutihan yang saat ini masih berjalan.
Dengan berbagai pemberian stimulus tersebut, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) ditargetkan naik Rp1,3 trilyun atau 30,23%. Sehingga target penerimaannya akan mencapai Rp5,6 triliun.
Penyesuaian target penerimaan pajak daerah tersebut tertuang dalam rancangan Perubahan APBD tahun 2020 sebesar Rp12,37 triliun dari target awal Rp10,28 triliun. Kenaikan target ini dapat dicapai seiring tingginya tingkat kepatuhan masyarakat Jatim dalam membayar pajak.
"Di samping itu, berbagai program keringanan pajak juga telah dikeluarkan Pemprov Jatim untuk meringankan masyarakat di tengah situasi sulit akibat pandemi COVID-19," katanya, Minggu (6/9/2020).
Sejak April lalu Pemprov sudah memberi keringanan pembayaran pajak dengan pembebasan sanksi yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian diskon corona sampai dengan adanya pemutihan yang saat ini masih berjalan.
Dengan berbagai pemberian stimulus tersebut, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) ditargetkan naik Rp1,3 trilyun atau 30,23%. Sehingga target penerimaannya akan mencapai Rp5,6 triliun.
Lihat Juga :