Kisah Mpu Prapanca, Penulis Sejarah Majapahit yang Mengungsi ke Lereng Gunung Akibat Hinaan Bangsawan
Rabu, 16 April 2025 - 07:35 WIB
loading...
A
A
A
Sejarawan Prof Slamet Muljana dalam bukunya "Tafsir Sejarah Nagarakretagama" menyebutkan dalam waktu 6 tahun itu banyak peristiwa terjadi yang mengakibatkan penggeseran kedudukan seorang pejabat.
Pupuh 94/2 baris 4 berbunyi "Mudah-mudahan baginda suka menerimanya dan ingat kepada penciptanya yang telah lama bertekun menggubah kakawin."
Ucapan ini jelas menunjukkan bahwa pencipta Nagarakretagama pada tahun 1365 tidak lagi berdekatan dengan Prabu Rajasanagara atau Hayam Wuruk. Andaikata dia masih hidup di keraton sebagai Dharmmadyaksa Kasogatan, ucapan itu sama sekali tidak ada artinya.
Nagarakretagama pupuh 12/1 baris 3 menyebut bahwa yang menjadi Dharmmadyaksa Kasogatan adalah Rengkanadi. Dia tinggal di luar benteng istana di sebelah selatan. Yang menjadi Dharmmadyaksa Kasaiwan yakni Hyang Brahmaraja, dia tinggal di luar benteng istana sebelah timur.
Di sini disebutkan tersirat dan jelas bahwa Mpu Prapanca tidak lagi menjabat Dharmmadyaksa Kasogatan pada tahun 1365 ketika dia menggubah Kakawin Nagarakretagama.
Pupuh 94/2 baris 4 berbunyi "Mudah-mudahan baginda suka menerimanya dan ingat kepada penciptanya yang telah lama bertekun menggubah kakawin."
Ucapan ini jelas menunjukkan bahwa pencipta Nagarakretagama pada tahun 1365 tidak lagi berdekatan dengan Prabu Rajasanagara atau Hayam Wuruk. Andaikata dia masih hidup di keraton sebagai Dharmmadyaksa Kasogatan, ucapan itu sama sekali tidak ada artinya.
Nagarakretagama pupuh 12/1 baris 3 menyebut bahwa yang menjadi Dharmmadyaksa Kasogatan adalah Rengkanadi. Dia tinggal di luar benteng istana di sebelah selatan. Yang menjadi Dharmmadyaksa Kasaiwan yakni Hyang Brahmaraja, dia tinggal di luar benteng istana sebelah timur.
Di sini disebutkan tersirat dan jelas bahwa Mpu Prapanca tidak lagi menjabat Dharmmadyaksa Kasogatan pada tahun 1365 ketika dia menggubah Kakawin Nagarakretagama.
Lihat Juga :