Kisah Mpu Prapanca, Penulis Sejarah Majapahit yang Mengungsi ke Lereng Gunung Akibat Hinaan Bangsawan
Rabu, 16 April 2025 - 07:35 WIB
loading...
A
A
A
Pupuh 95/3 menguraikan tempat kediaman penggubah Nagarakretagama yakni di lereng gunung Desa Kamalasana.
Pupuh itu menguraikan bahwa penggubah Nagarakretagama hidup canggung di desa. Dia merasa sedih dan kesepian.
Teman-teman lamanya telah melupakannya dan segan mengunjunginya. Dia merasa rugi karena tidak lagi dapat mendengar kata manis. Konon alasan meninggalkan hiruk pikuk perkotaan itu karena adanya hinaan dari bangsawan atau yang bergelar dyah.
Bahkan, tempat tinggalnya atau pertapaannya juga dijelaskan dalam pupuh tersebut yakni Kamalasana 15 di lereng gunung. Jelaslah sekarang bahwa Kakawin Nagarakretagama digubah oleh Dang Acarya Nadendra, bekas pembesar urusan agama Budha di Desa Kamalasana pada bulan September-Oktober 1365.
Penciptanya sudah menjadi pertapa pada waktu itu. Sudah semestinya bahwa Nadendra sama sekali tidak mengharapkan persebaran kakawinnya di istana Majapahit, karena tempat penggubahannya jauh dari ibu kota. Maksudnya, tidak lain untuk memuji Hayam Wuruk dan mendoakan agar beliau tetap berkuasa di negara.
Pupuh itu menguraikan bahwa penggubah Nagarakretagama hidup canggung di desa. Dia merasa sedih dan kesepian.
Teman-teman lamanya telah melupakannya dan segan mengunjunginya. Dia merasa rugi karena tidak lagi dapat mendengar kata manis. Konon alasan meninggalkan hiruk pikuk perkotaan itu karena adanya hinaan dari bangsawan atau yang bergelar dyah.
Bahkan, tempat tinggalnya atau pertapaannya juga dijelaskan dalam pupuh tersebut yakni Kamalasana 15 di lereng gunung. Jelaslah sekarang bahwa Kakawin Nagarakretagama digubah oleh Dang Acarya Nadendra, bekas pembesar urusan agama Budha di Desa Kamalasana pada bulan September-Oktober 1365.
Penciptanya sudah menjadi pertapa pada waktu itu. Sudah semestinya bahwa Nadendra sama sekali tidak mengharapkan persebaran kakawinnya di istana Majapahit, karena tempat penggubahannya jauh dari ibu kota. Maksudnya, tidak lain untuk memuji Hayam Wuruk dan mendoakan agar beliau tetap berkuasa di negara.
(jon)
Lihat Juga :