Akhir Kejayaan Singasari! Raja Kertanagara, Ekspedisi Pamalayu, dan Kudeta Maut Jayakatwang

Selasa, 25 Maret 2025 - 06:36 WIB
loading...
Akhir Kejayaan Singasari!...
Raja Kertanagara penguasa terakhir Kerajaan Singasari mencapai puncak kejayaan hingga menguasai Semenanjung Melayu. Potret Raja Kertanagara saat memimpin Kerajaan Singasari versi AI. Foto/IG @ainusantara
A A A
RAJA Kertanagara dikenal sebagai penguasa terakhir Kerajaan Singasari. Di bawah kepemimpinannya, Singasari mencapai puncak kejayaan hingga menguasai wilayah Semenanjung Melayu.

Demi memperkuat pengaruh politiknya, Kertanagara melancarkan sebuah ekspedisi besar bernama Ekspedisi Pamalayu, yang berhasil menundukkan sejumlah kerajaan di Semenanjung Malaya.

Baca juga: Kisah di Balik Pencopotan Patih Raganata Digantikan Arema oleh Raja Kertanegara

Keberhasilan ekspedisi ini menjadi bukti kepiawaian Kertanagara dalam memperluas kekuasaan. Pasukan Singasari dikerahkan secara maksimal ke wilayah luar negeri.

Namun, di balik kesuksesan itu, terdapat kegelisahan dalam hati sang raja. Gayatri, putri Kertanagara, beberapa kali mendengar curahan hati ayahnya yang merasa bahwa kekuasaannya berada di ambang kehancuran.

Menurut catatan Gayatri, muncul perbedaan kepercayaan yang cukup mencolok di Singasari. Dua agama besar, Buddha dan Hindu Syiwa, bersaing dalam menarik pengikut baru.

Dalam bukunya "Gayatri Rajapatni: Perempuan di Balik Kejayaan Majapahit", Earl Drake mengisahkan bagaimana Kertanagara merespons situasi ini dengan strategi yang dianggap cukup inovatif.

Baca juga: Akhir Tragis Raja Kertanegara di Tangan Pasukan Kediri usai Ritual Seks Tantra

Namun, Gayatri tidak secara rinci menjelaskan langkah-langkah yang diambil sang ayah. Bisa jadi, jawaban atas permasalahan ini memiliki dinamika tersendiri, yang mungkin berbeda dengan tantangan yang dihadapi pemimpin di era modern.

Salah satu tantangan terbesar bagi Kertanagara adalah perselisihan berkepanjangan antara Singasari dan Kediri. Meskipun kedua wilayah itu sempat bersatu, konflik berdarah terkait garis keturunan yang berhak atas takhta terus berlanjut.

Jayakatwang, penguasa Kediri sebenarnya masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Kertanagara. Namun, sikap terlalu percaya diri membuat Kertanagara meremehkan kemungkinan Jayakatwang akan menyerang, mengingat hubungan keluarga dan balas jasa di masa lalu.

Di sisi lain, ancaman lain datang dari Mongol, yang telah menguasai sebagian besar wilayah Rusia dan Tiongkok.

Kertanagara menyadari bahaya ini dan mulai menyusun rencana untuk membangun aliansi dengan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di sekitarnya guna menghadapi potensi invasi.

Sayangnya, sebelum rencana itu dapat diwujudkan sepenuhnya, Jayakatwang melancarkan serangan mendadak. Dengan sebagian besar pasukan Singasari dikerahkan ke luar negeri dalam Ekspedisi Pamalayu, ibu kota kerajaan menjadi rentan.

Serangan Jayakatwang berakhir dengan kehancuran Singasari. Istana berhasil dikuasai, sementara Kertanagara, permaisuri, dan para pejabat kerajaan tewas dalam serangan mendadak dari arah selatan.

Ironisnya, menurut beberapa sumber, Kertanagara dikabarkan sedang dalam keadaan mabuk minuman keras dan berpesta saat serangan itu terjadi - sebuah akhir tragis bagi penguasa besar Singasari.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Peristiwa Bersejarah...
Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, BJ Habibie Ucapkan Sumpah Jabatan Presiden di Istana Merdeka
Rekomendasi
Bukti Geely Serius di...
Bukti Geely Serius di Indonesia: Kapasitas Produksi EX2 Dilipatgandakan!
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Mensesneg Jelaskan Maksud...
Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo terkait 4 Kali Kalah Pemilu Tak Ganggu Pemegang Mandat
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved