IAIN Salatiga Dirikan Center for Wasathiyah Islam
Jum'at, 04 September 2020 - 22:11 WIB
loading...
A
A
A
Selain meresmikan Center of Wasathiyah Islam, pada saat yang bersamaan IAIN Salatiga juga mengadakan Talkshow Moderasi Beragama yang diisi oleh Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, KH. Zainut Tauhid Sa'adi dan Wakil Wali Kota Salatiga Muh. Haris.
Pada kesempatan tersebut, Wamenag mengatakan bahwa kecintaan terhadap tanah air dan kecintaan pada agama tidak dapat dipisahkan. "Perjuangan para pahlawan yang melahirkan konsep cinta tanah air dan cinta agama itu perlu kita sampaikan kepada generasi penerus. Tidak hanya nilai-nilainya teteapi juga pengejawantahannya," ujarnya.
Zainut Tauhid menjelaskan, bahwa pesan moderasi beragama dalam Islam sejatinya mengakarkan nilai-nilai kebaikan dan kedamaian. Islam sebagai rahmat semesta alam hanya akan dapat terwujud jika masyarakat dapat menerapkan Islam wasathiyah.
"Di era disrupsi ini, nilai-nilai luhur mulai luntur karena kecepatan perkembangan teknologi dan ketidak-bijakan masyarakat memanfaatkannya. Intoleransi akan terjadi karena perubahan cara komunikasi kita, yang awalnya kita berkomunikasi dengan tatap muka, sekarang banyak komunikasi di dunia maya yang lebih mengandalkan emosi. Jika tidak dilakukan tabayun, informasi yang bebas diakses dapat mengecoh dan menyebabkan konflik," jelasnya. (Baca: IAIN Resmi Menjadi UIN)
Moderasi beragama, menurut Wamenag, dapat menjadi salah satu solusi mengatasi hal tersebut. "Saya berharap Center for Wasathiyah Islam di IAIN Salatiga bisa jadi pusat untuk belajar, meneliti, dan menganalisis secara strategis moderasi beragama," ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Wamenag mengatakan bahwa kecintaan terhadap tanah air dan kecintaan pada agama tidak dapat dipisahkan. "Perjuangan para pahlawan yang melahirkan konsep cinta tanah air dan cinta agama itu perlu kita sampaikan kepada generasi penerus. Tidak hanya nilai-nilainya teteapi juga pengejawantahannya," ujarnya.
Zainut Tauhid menjelaskan, bahwa pesan moderasi beragama dalam Islam sejatinya mengakarkan nilai-nilai kebaikan dan kedamaian. Islam sebagai rahmat semesta alam hanya akan dapat terwujud jika masyarakat dapat menerapkan Islam wasathiyah.
"Di era disrupsi ini, nilai-nilai luhur mulai luntur karena kecepatan perkembangan teknologi dan ketidak-bijakan masyarakat memanfaatkannya. Intoleransi akan terjadi karena perubahan cara komunikasi kita, yang awalnya kita berkomunikasi dengan tatap muka, sekarang banyak komunikasi di dunia maya yang lebih mengandalkan emosi. Jika tidak dilakukan tabayun, informasi yang bebas diakses dapat mengecoh dan menyebabkan konflik," jelasnya. (Baca: IAIN Resmi Menjadi UIN)
Moderasi beragama, menurut Wamenag, dapat menjadi salah satu solusi mengatasi hal tersebut. "Saya berharap Center for Wasathiyah Islam di IAIN Salatiga bisa jadi pusat untuk belajar, meneliti, dan menganalisis secara strategis moderasi beragama," ucapnya.
(don)
Lihat Juga :