Percepatan Ketahanan Pangan, PTPN IV PalmCo Optimalkan Areal Replanting
Jum'at, 14 Maret 2025 - 00:06 WIB
loading...
Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) bekerja sama dengan Polri mengoptimalkan areal replanting atau tanam ulang dengan menanam jagung. Foto/istimewa
A
A
A
JAMBI - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) bekerja sama dengan Polri mengoptimalkan areal replanting atau tanam ulang dengan menanam jagung. Langkah ini mendukung percepatan implementasi salah satu Astacita pemerintah di bidang ketahanan pangan.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa mengatakan, penanaman jagung di areal replanting dilakukan serentak mulai akhir Januari 2025 di beberapa unit kerja dan areal petani mitra yang tersebar di lima provinsi yaitu Sumatera Utara, Jambi, Kalimantan Timur, Jawa Barat, dan Riau.
"Sebulan berjalan, kurang lebih hampir 8 hektare jagung telah ditanam," kata Jatmiko dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/3/2025).
Baca juga: PTPN III Sediakan 400 Kuota Mudik Gratis ke 7 Kota di Jateng dan Jatim
Penanaman jagung perdana di lahan kelompok Tani Tunas Jaya RT 15 kelurahan Paal Lima, Kota Jambi, akhir Januari lalu berkolaborasi dengan Polda Jambi. Wakapolda Jambi Brigjen Edi Mardianto mengapresiasi dan menyatakan siap bersinergi dengan perusahaan untuk mendukung Astacita ketahanan pangan tersebut.
"Untuk di wilayah Jambi sendiri totalnya ada 2.000-an hektare yang disiapkan untuk lahan pertanian, karena memang luas lahan yang ada di wilayah Jambi ini cukup luas dan bisa dimanfaatkan. Kepolisian Daerah Jambi siap membantu Pemerintah Provinsi Jambi dan perusahaan untuk menjalankan dan menyukseskan program ketahanan pangan," kata Brigjen Edi.
Baca juga: Bukti PTPN III Manfaatkan Teknologi Digital untuk Mendongkrak Kinerja dan Produktivitas
Sementara itu, di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, penanaman jagung perdana seluas 5 hektare di Kebun PTPN IV Regional V Danau Salak pada akhir Februari lalu dihadiri oleh Kapolres Banjar AKBP Ifan Hariyat. Pihaknya menegaskan pentingnya sinergi antara berbagai pihak dalam mendukung ketahanan pangan di daerah.
"Polri siap mendukung program pertanian seperti ini untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga ketahanan pangan," kata AKBP Ifan.
Sementara itu, di Provinsi Riau, tanam perdana jagung pipil dilaksanakan pada areal seluas dua hektare, tepatnya di Afdeling VI, Kebun Air Molek I, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, juga di akhir Februari kemarin. Kapolres Indragiri Hulu AKBP Fahrian Saleh Siregar menyebutkan melalui sinergitas yang dijalin diharapkan ketahanan dan kestabilan pangan bisa dicapai bersama.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk menjaga stabilitas pangan serta memanfaatkan lahan yang tersedia guna meningkatkan produktivitas pertanian," ujarnya.
Penanaman jagung pipil itu dilaksanakan secara tumpang sari di areal replanting atau peremajaan sawit serta areal hiaten. Hiaten adalah wilayah terbuka di perkebunan kelapa kelapa sawit yang terjadi akibat akibat kekosongan titik tanam.
Menurut Jatmiko, pemanfaatan daerah hiaten dengan sistem tanam tumpangsari didukung karena jagung dapat tumbuh baik di bawah intensitas cahaya yang rendah atau di bawah naungan tajuk yang tinggi.
"Untuk tahun ini, dari 20,9 ribu hektare kebun sawit yang diremajakan di lahan perusahaan, sebesar 3.000 Ha kita harapkan dapat ditanami jagung." katanya.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa mengatakan, penanaman jagung di areal replanting dilakukan serentak mulai akhir Januari 2025 di beberapa unit kerja dan areal petani mitra yang tersebar di lima provinsi yaitu Sumatera Utara, Jambi, Kalimantan Timur, Jawa Barat, dan Riau.
"Sebulan berjalan, kurang lebih hampir 8 hektare jagung telah ditanam," kata Jatmiko dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/3/2025).
Baca juga: PTPN III Sediakan 400 Kuota Mudik Gratis ke 7 Kota di Jateng dan Jatim
Penanaman jagung perdana di lahan kelompok Tani Tunas Jaya RT 15 kelurahan Paal Lima, Kota Jambi, akhir Januari lalu berkolaborasi dengan Polda Jambi. Wakapolda Jambi Brigjen Edi Mardianto mengapresiasi dan menyatakan siap bersinergi dengan perusahaan untuk mendukung Astacita ketahanan pangan tersebut.
"Untuk di wilayah Jambi sendiri totalnya ada 2.000-an hektare yang disiapkan untuk lahan pertanian, karena memang luas lahan yang ada di wilayah Jambi ini cukup luas dan bisa dimanfaatkan. Kepolisian Daerah Jambi siap membantu Pemerintah Provinsi Jambi dan perusahaan untuk menjalankan dan menyukseskan program ketahanan pangan," kata Brigjen Edi.
Baca juga: Bukti PTPN III Manfaatkan Teknologi Digital untuk Mendongkrak Kinerja dan Produktivitas
Sementara itu, di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, penanaman jagung perdana seluas 5 hektare di Kebun PTPN IV Regional V Danau Salak pada akhir Februari lalu dihadiri oleh Kapolres Banjar AKBP Ifan Hariyat. Pihaknya menegaskan pentingnya sinergi antara berbagai pihak dalam mendukung ketahanan pangan di daerah.
"Polri siap mendukung program pertanian seperti ini untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga ketahanan pangan," kata AKBP Ifan.
Sementara itu, di Provinsi Riau, tanam perdana jagung pipil dilaksanakan pada areal seluas dua hektare, tepatnya di Afdeling VI, Kebun Air Molek I, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, juga di akhir Februari kemarin. Kapolres Indragiri Hulu AKBP Fahrian Saleh Siregar menyebutkan melalui sinergitas yang dijalin diharapkan ketahanan dan kestabilan pangan bisa dicapai bersama.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk menjaga stabilitas pangan serta memanfaatkan lahan yang tersedia guna meningkatkan produktivitas pertanian," ujarnya.
Penanaman jagung pipil itu dilaksanakan secara tumpang sari di areal replanting atau peremajaan sawit serta areal hiaten. Hiaten adalah wilayah terbuka di perkebunan kelapa kelapa sawit yang terjadi akibat akibat kekosongan titik tanam.
Menurut Jatmiko, pemanfaatan daerah hiaten dengan sistem tanam tumpangsari didukung karena jagung dapat tumbuh baik di bawah intensitas cahaya yang rendah atau di bawah naungan tajuk yang tinggi.
"Untuk tahun ini, dari 20,9 ribu hektare kebun sawit yang diremajakan di lahan perusahaan, sebesar 3.000 Ha kita harapkan dapat ditanami jagung." katanya.
(cip)
Lihat Juga :