Perbedaan Pendapat Pejabat Belanda di Tengah Upaya Penaklukan Kerajaan Bone

Senin, 03 Maret 2025 - 06:24 WIB
loading...
Perbedaan Pendapat Pejabat...
Belanda mengirimkan pasukan tambahan ke Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk meladeni perlawanan dari Kerajaan Bone. Foto/SindoNews
A A A
SEMARANG - Belanda mengirimkan pasukan tambahan ke Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk meladeni perlawanan dari Kerajaan Bone . Meski demikian, kedatangan pasukan tambahan itu membuat pejabat Belanda berdebat dan berbeda pendapat.

Memang awalnya Belanda memprediksi dengan mudah menaklukkan Bone dan wilayah kekuasaannya. Namun perlawanan sengit dan kekuatan pasukan lawan membuat Belanda beberapa kali kalah perang.

Hal ini membuat Belanda melakukan pengiriman ekspedisi - ekspedisi militer besar-besaran untuk mengalahkan perlawanan yang dilakukan oleh pasukan Bone tersebut. Di lain pihak kerajaan Bone berusaha sekuatnya untuk menghadapi perluasan kekuasaan Belanda di Sulawesi Selatan.

Baca juga: Kalah Perang, Belanda Akui Keunggulan dan Kehebatan Kerajaan Bone

Oleh karena itu akan berarti membahayakan kemerdekaan kerajaan-kerajaan bumiputra di Sulawesi Selatan. Bone sebagai penghalang utama dalam usaha perluasan kekuasaan Belanda di Sulawesi Selatan, disadari sepenuhnya oleh pemerintah pusat kekuasaan Belanda di Batavia.

Dikutip SindoNews, Senin (3/3/2025) dari buku "Sejarah Nasional Indonesia IV : Kemunculan Penjajahan di Indonesia", akhirnya Belanda mengirimkan pasukan ekspedisi yang berkekuatan besar yang dipimpin oleh Mayor Jenderal van Geen. Tugas utamanya adalah memperbesar kekuatan pasukan Belanda, dan menarik simpati dari sebanyak mungkin penguasa-penguasa setempat, untuk menghadapi perlawanan yang dilakukan oleh kerajaan Bone.

Baca juga: Momen Belanda Kehilangan Dua Pucuk Meriam usai Kalah Perang dengan Kerajaan Bone

Pada 20 Januari 1825 Van Geen telah berada di Makassar dan menyiapkan rencana pemberangkatan pasukan-pasukan ekspedisinya. Rencana penyerangannya diatur dengan mendaratkan sebagian pasukan di berbagai tempat, dan akan dilakukan tembakan-tembakan meriam terhadap daerah-daerah kedudukan pasukan Bone.

Sebagian lagi ditugaskan untuk melindungi pos-pos Belanda. Baru setelah itu usaha selanjutnya akan diarahkan menguasai daerah-daerah pedalaman dengan tujuan agar daerah Pantai Bone dapat diduduki oleh pasukan Belanda.

Sementara menunggu pasukan yang didatangkan dari Maluku dan Madura, Van Geen telah mengumpulkan 46 opsir dan 53 serdadu biasa di Makassar. Dalam persiapan ekspedisi ini ternyata Van Geen mengalami kesulitan karena di samping perlengkapan yang sangat terbatas, juga kesehatan dari sejumlah pasukannya sangat buruk.

Kesulitan lainnya adalah adanya perbedaan pendapat antara Van Geen dengan penjabat Belanda lainnya, yaitu dengan Van Schelle dan Tobias, yang masing-masing menjadi komisaris-komisaris Belanda di Makassar. Perbedaan pendapat di antara ketiga pejabat pemerintah Belanda tersebut berpangkal pada pelaksanaan pengiriman ekspedisi.

Di satu pihak kedua komisaris Belanda di Makassar itu menghendaki agar pengiriman ekspedisi ke Tanete dan Suppa lebih didahulukan. Di lain pihak van Geen melakukan pengiriman itu justru ke Bone terlebih dahulu, karena di antara ketiga kerajaan yang menentang Belanda itu, kerajaan Bone adalah jalan yang terbesar dan terkuat. Menurutnya, penaklukan kerajaan Bone akan lebih mempermudah menaklukkan kerajaan-kerajaan Suppa dan Tanete.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polemik Paskibraka Sulsel,...
Polemik Paskibraka Sulsel, Pengamat Wanti-wanti Tidak Jadi Ajang Politik Praktis
27.969 Bidang Tanah...
27.969 Bidang Tanah Milik Pemda di Sulsel Senilai Rp27,5 Triliun Belum Bersertifikat
Pesawat ATR Jatuh di...
Pesawat ATR Jatuh di Sulsel Pernah Ikut Bantu Cari Korban Kapal Terbakar
Pesawat ATR Hilang Kontak...
Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros Angkut 11 Orang
Basarnas Kerahkan Puluhan...
Basarnas Kerahkan Puluhan Personel Cari Pesawat ATR 400 Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Maros
Pesawat ATR 400 Indonesia...
Pesawat ATR 400 Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Maros
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
Kembali atau Dijajah:...
Kembali atau Dijajah: Menjemput Nusantara Jayasempurna
Perindo Bakal Lantik...
Perindo Bakal Lantik Tokoh Daerah yang Punya Rekam Jejak dan Jadi Corong Aspirasi Masyakat Sulsel
Rekomendasi
IPOT Edukasi Transformasi...
IPOT Edukasi Transformasi AI dan Literasi Finansial ke Generasi Muda eSports
Lagu Sedia Aku Sebelum...
Lagu Sedia Aku Sebelum Hujan Viral di Australia, Gita Idgitaf Ungkap Sempat Tertekan
Purbaya dan Kepala BGN...
Purbaya dan Kepala BGN Dijadwalkan Bertemu Hari Ini, Bedah Anggaran?
Berita Terkini
Gagas Forum Dialog,...
Gagas Forum Dialog, AHY Ajak Profesor dan Gen Z Rumuskan Masa Depan Indonesia
Dorong Kemandirian,...
Dorong Kemandirian, UMB Asah Kreativitas Siswa Disabilitas lewat Ekonomi Kreatif
Halte Transjakarta Tebet...
Halte Transjakarta Tebet Eco Park Tetap Beroperasi usai Ditabrak Truk
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Abu Vulkanik 1,2 Km
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved