Pedagang Beras Desak Mentan Tinjau HET Beras Medium, Ini Alasannya

Sabtu, 01 Maret 2025 - 15:47 WIB
loading...
Pedagang Beras Desak...
Para pedagang beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur mendesak Mentan Andi Amran Sulaiman meninjau ulang harga eceran tertinggi (HET) beras medium. Foto/Ari Sandita Murti
A A A
JAKARTA - Para pedagang beras yang ada di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur mendesak Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meninjau ulang harga eceran tertinggi (HET) beras medium. Pasalnya, para pedagang tak mungkin dapat untung jika HET beras medium di harga Rp12.500 per kg.

"Jadi yang kami minta Bapak Mentan yang terhormat, minta tolong hitung kembalilah (HET beras medium)," ujar Ketua Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang, Zulkifli pada wartawan, Sabtu (1/3/2025).

Baca juga: Satgas Pangan Polda Metro: Stok Bahan Pokok Awal Ramadan 2025 Mencukupi

Dia memaparkan, harga beras medium di Pasar Induk Cipinang berkisar Rp12.800 hingga Rp13.000 dengan stok yang cukup selama Ramadhan 2025.

Namun, para pedagang justru dituntut pemerintah tak boleh menjual beras dengan harga melebihi HET senilai Rp12.500.



"Kami rasanya resah dan gelisah kami sebagai pedagang. Saya sendiri sebagai ketua operasi, hari kemarin saya beli beras 40 ton dari Lampung, itu harga beras saja saya beli Rp12.900. Nah sekarang, saya mau menjual nggak boleh diatas Rp12.500, bagaimana?" tuturnya.

Maka itu, kata dia, Mentan Amran disebut telah gagal menghitung harga rendemen yakni proses gabah menjadi beras. Pemerintah menetapkan harga gabah Rp6.500 per kg, sedangkan untuk mendapatkan beras sebanyak 1 kg dibutuhkan 2 kg gabah.

Baca juga: Ratusan Maung MV3 Dibagikan ke TNI-Polri, Menhan: Untuk Jaga Kedaulatan NKRI

"Kalau harga Rp6.500 rendemennya itu beras, kalau 2 kg gabah itu jadi berasnya 1 kg. Berarti harga beras sesudah digiling 1 kg itu Rp13.000. Bagaimana pedagang dari daerah yang membawa beras dari daerah ke pasar Induk, dia kan pakai biaya Rp200 per kg dari daerah ke pasar induk," jelasnya.

Selain itu, kata dia, guna membawa beras dari daerah ke Jakarta, tepatnya Pasar Induk Cipinang dibutuhkan pula biaya, yang mana per kg bisa mencapai Rp100-200 atau bahkan lebih sehingga di Pasar Induk Cipinang harganya bisa mencapai Rp13.500 seharusnya. Maka itu, bagaimana bisa para pedagang mendapatkan untung manakala HET beras medium hanya Rp12.500 per kg.

"Ini yang kami minta, jadi kalau bisa ya, HET ini, HET beras ini minta dihitung ulang kembali. Sebab kenapa? Di beras kita diadakan HET, harga eceran tertinggi, tapi di gabah tidak. Jadi beras itu mau kami kemanain?" bebernya.

Dia menambahkan, banyak pedagang yang kerap memasok beras ke daerah pula, yang mana proses pengiriman pun membutuhkan biaya kapal. Maka itu, banyak pedagang di daerah yang menerima pasokan itu menjual dengan harga melebih HET lantaran jika menjual sesuai HET, mereka hanya akan merugi.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Coba Susu hingga...
Prabowo Coba Susu hingga Buah Sebelum Deklarasi Swasembada Pangan di Karawang
Peduli Warga Prasejahtera,...
Peduli Warga Prasejahtera, Ocean Dental Bagikan Beras di Wilayah Operasional
Satgas Pengendalian...
Satgas Pengendalian Harga Beras Siapkan Gudang Filial di Papua
Harga Beras Turun, Mentan:...
Harga Beras Turun, Mentan: Supaya Masyarakat Bahagia
Revolusi Pupuk Nasional:...
Revolusi Pupuk Nasional: Pemerintah Revitalisasi Industri dan Bersihkan Rantai Mafia
Rapat Satgas Pengendalian...
Rapat Satgas Pengendalian Harga Beras, Polda Riau Pastikan Stok Aman dan Sesuai HET
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
FAO Ingatkan Risiko...
FAO Ingatkan Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Siap Ambil Peran Pemasok Pangan Dunia
Cadangan Beras RI Sentuh...
Cadangan Beras RI Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Capai 5,37 Juta Ton
Rekomendasi
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Berita Terkini
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved