5 Fakta Irjen Ribut Hari Wibowo, Kapolda Jateng yang Disorot Gegara Band Sukatani
Kamis, 27 Februari 2025 - 19:16 WIB
loading...
A
A
A
Selain Ribut, Kapolda dari jebolan Akpol 1996 lainnya yakni Jhonny Edison Isir yang menjabat Kapolda Papua Barat. Adapun lulusan Akpol 1995 Alfred Papare menjabat Kapolda Papua Tengah.
Dia juga menyelesaikan pendidikan di Sespimmen (2010) dan Sespimti (2020). Pria asal Magetan ini juga mengikuti beberapa pelatihan seperti Daspa Lantas (1997), Kibi Elementary (1997), Kibi Advance (1998), dan Assessment Kapolres (2013).
Pria 50 tahun itu tercatat pernah menjabat Kapolres Salatiga (2014), Kapolres Tegal (2015), dan Kapolresta Surakarta (2017).
Pemeriksaan terhadap Kapolda Jateng dalam kapasitasnya sebagai atasan Direktorat Siber Polda Jawa Tengah dilakukan untuk memberikan pemahaman bahwa polisi harus melindungi masyarakat.
Divisi Propam Polri sebelumnya telah memeriksa 6 anggota Ditressiber Polda Jawa Tengah untuk mendalami dugaan intimidasi oknum polisi terkait video klarifikasi personel Sukatani.
3. Riwayat Pendidikan
Sebagai jenderal polisi bintang 2, Ribut memiliki riwayat pendidikan mumpuni. Setelah lulus Akpol, dia melanjutkan pendidikannya ke PTIK hingga lulus di tahun 2004.Dia juga menyelesaikan pendidikan di Sespimmen (2010) dan Sespimti (2020). Pria asal Magetan ini juga mengikuti beberapa pelatihan seperti Daspa Lantas (1997), Kibi Elementary (1997), Kibi Advance (1998), dan Assessment Kapolres (2013).
4. Punya Banyak Pengalaman di Wilayah Hukum Polda Jateng
Penunjukan Ribut jadi Kapolda Jateng tentu bukan tanpa alasan. Ini tentu didasarkan pengalamannya yang cukup banyak di wilayah hukum Polda Jateng.Pria 50 tahun itu tercatat pernah menjabat Kapolres Salatiga (2014), Kapolres Tegal (2015), dan Kapolresta Surakarta (2017).
5. Disorot Gara-gara Band Sukatani
Pengamat kepolisian ISESS Bambang Rukminto mendorong Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memeriksa Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo.Pemeriksaan terhadap Kapolda Jateng dalam kapasitasnya sebagai atasan Direktorat Siber Polda Jawa Tengah dilakukan untuk memberikan pemahaman bahwa polisi harus melindungi masyarakat.
Divisi Propam Polri sebelumnya telah memeriksa 6 anggota Ditressiber Polda Jawa Tengah untuk mendalami dugaan intimidasi oknum polisi terkait video klarifikasi personel Sukatani.
(jon)
Lihat Juga :