Peduli Sampah Elektronik, Rafa Jafar Jadi Ikon Prestasi Pancasila 2020
Kamis, 03 September 2020 - 17:45 WIB
loading...
Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengapresiasi pendiri Komunitas E-Waste RJ Muhmmad Rafa Ibnusiana Jafar sebagai salah satu dari 75 ikon prestasi Pancasila 2020.
A
A
A
JAKARTA - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengapresiasi pendiri Komunitas E-Waste RJ Muhmmad Rafa Ibnusiana Jafar sebagai salah satu dari 75 ikon prestasi Pancasila 2020 dengan katagori kewirausahawan sosial melalui kepeduliannya terhadap lingkungan lewat sampah elektronik di Indonesia, Sabtu (29/08/2020) di Jakarta.
Al Zastrouw Ngatawi selaku pembawa acara malam penganugerahan virtual mengatakan, bahwa mereka yang bergerak untuk memobilisir, menginspirasi masyarakat dalam rangka mengamalkan nilai-nilai Pancasila di kalangan komunitas maupun di kelompok-kelompok masyarakat lainnya, pantas mendapat apresiasi.
"Oleh karena itu, kami akan terus memacu kaum muda atau siapapun yang selalu menggaungkan Ideologi Pancasila,"tutur Al Zastrouw Ngatawi.
Diketahui, sejak umur 12 tahun, Rafa Jafar memiliki kekhawatiran lebih terhadap sampah lingkungan di Indonesia. Ia menjelaskan, sampah elektronik dapat mencemari lingkungan dan udara sehingga merugikan manusia juga. “Sampah elektronik itu mengandung racun. Jadi kalau dibuang sembarangan, racunnya akan menyebar kemana-mana dan itu bahaya banget. Bisa ada pencemaran lingkungan, pencemaran udara dan kita bisa ikut tercemar dan terkena penyakit sampai seperti kanker,” ucap Rafa kepada wartawan BBC Indonesia, 4 tahun silam. Maka dari itu, ia menginisiasi perubahan gaya hidup masyarakat dalam mengonsumsi dan menggunakan barang elektronik.
Komunitas E-waste RJ menjadi wadah untuk menyediakan titik pengumpulan sampah elektronik. Nantinya sampah yang dikumpulkan akan diolah dengan tepat oleh perusahaan pengolah sampah elektronik bersertifikasi. Dengan mendapatkan pengakuan dari pemerintah Indonesia, peraih Ashoka Young Changemaker 2019 ini berharap agar tindakannya dapat menginspirasi dan mendongkrak semangat jiwa kebangsaan kalangan pemuda Indonesia.
Al Zastrouw Ngatawi selaku pembawa acara malam penganugerahan virtual mengatakan, bahwa mereka yang bergerak untuk memobilisir, menginspirasi masyarakat dalam rangka mengamalkan nilai-nilai Pancasila di kalangan komunitas maupun di kelompok-kelompok masyarakat lainnya, pantas mendapat apresiasi.
"Oleh karena itu, kami akan terus memacu kaum muda atau siapapun yang selalu menggaungkan Ideologi Pancasila,"tutur Al Zastrouw Ngatawi.
Diketahui, sejak umur 12 tahun, Rafa Jafar memiliki kekhawatiran lebih terhadap sampah lingkungan di Indonesia. Ia menjelaskan, sampah elektronik dapat mencemari lingkungan dan udara sehingga merugikan manusia juga. “Sampah elektronik itu mengandung racun. Jadi kalau dibuang sembarangan, racunnya akan menyebar kemana-mana dan itu bahaya banget. Bisa ada pencemaran lingkungan, pencemaran udara dan kita bisa ikut tercemar dan terkena penyakit sampai seperti kanker,” ucap Rafa kepada wartawan BBC Indonesia, 4 tahun silam. Maka dari itu, ia menginisiasi perubahan gaya hidup masyarakat dalam mengonsumsi dan menggunakan barang elektronik.
Komunitas E-waste RJ menjadi wadah untuk menyediakan titik pengumpulan sampah elektronik. Nantinya sampah yang dikumpulkan akan diolah dengan tepat oleh perusahaan pengolah sampah elektronik bersertifikasi. Dengan mendapatkan pengakuan dari pemerintah Indonesia, peraih Ashoka Young Changemaker 2019 ini berharap agar tindakannya dapat menginspirasi dan mendongkrak semangat jiwa kebangsaan kalangan pemuda Indonesia.
Lihat Juga :