Kisah Pasukan Diponegoro Rampas 30 Ribu Gulden dan Gagalkan Bantuan Belanda ke Yogyakarta
Selasa, 18 Februari 2025 - 07:47 WIB
loading...
A
A
A
Pasukan ini berhasil menyergap bala bantuan pasukan Belanda yang bergerak ke Yogyakarta dari arah Magelang sebagaimana dikutip dari buku "Sejarah Nasional Indonesia IV : Kemunculan Penjajahan di Indonesia".
Beberapa serdadu Belanda terbunuh. Pasukan Diponegoro ini juga berhasil merampas uang sebesar 30.000 gulden di mana hasil rampasan dibawa ke Selarong. Di wilayah Kedu lainnya, terutama di distrik Probolinggo sebelah Tenggara Magelang telah berkumpul 55.000 orang secara sukarela.
Kemudian, massa menyerbu Kota Magelang yang hanya dijaga 50 tentara. Sekretaris Residen Bupati Danuningrat panik luar biasa.
Rumah-rumah para pejabat dibakar. Probolinggo rupanya telah dipersiapkan sebagai pangkalan perlawanan oleh pengikut Diponegoro.
Di Menoreh, rumah-rumah pejabat Belanda menjadi sasaran pengrusakan dan pembakaran. Bupati Wedana wilayah sebelah Barat Gunung Sumbing, Ronggo Surodilogo, setelah menerima surat dari Diponegoro dan Mangkubumi memerintahkan semua demang, penatus, peneket, panglawe, dan seluruh masyarakat untuk berperang melawan kafir, dalam hal ini kompeni Belanda dan antek-anteknya.
Beberapa serdadu Belanda terbunuh. Pasukan Diponegoro ini juga berhasil merampas uang sebesar 30.000 gulden di mana hasil rampasan dibawa ke Selarong. Di wilayah Kedu lainnya, terutama di distrik Probolinggo sebelah Tenggara Magelang telah berkumpul 55.000 orang secara sukarela.
Kemudian, massa menyerbu Kota Magelang yang hanya dijaga 50 tentara. Sekretaris Residen Bupati Danuningrat panik luar biasa.
Rumah-rumah para pejabat dibakar. Probolinggo rupanya telah dipersiapkan sebagai pangkalan perlawanan oleh pengikut Diponegoro.
Di Menoreh, rumah-rumah pejabat Belanda menjadi sasaran pengrusakan dan pembakaran. Bupati Wedana wilayah sebelah Barat Gunung Sumbing, Ronggo Surodilogo, setelah menerima surat dari Diponegoro dan Mangkubumi memerintahkan semua demang, penatus, peneket, panglawe, dan seluruh masyarakat untuk berperang melawan kafir, dalam hal ini kompeni Belanda dan antek-anteknya.
(jon)
Lihat Juga :