PosIND Pastikan Penyaluran Bansos PKH dan Sembako di Garut Tepat Sasaran
Sabtu, 15 Februari 2025 - 11:55 WIB
loading...
A
A
A
Bantuan ini sangat membantu penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti yang diungkapkan Pepi Sri Wulansari. “Setelah 6 bulan kita masuk ke nomor DTKS, selama 6 bulan kita nunggu hasilnya apakah kita masuk atau enggak. Alhamdulillah setelah kurang lebih satu tahun dapet panggilan katanya lolos menjadi KPM dari PKH,” tuturnya.
Pepi menambahkan betapa bantuan uang tunai tersebut sangat berarti untuk kebutuhan keluarganya. Menurutnya, pelayanan dari Kantorpos juga sangat baik. Dia mengaku mendapat bantuan Rp1,2 juta karena menerimanya double. ”Kita datang dan masukin nomor antrean, lalu kita dipanggil sesuai nomor antrean. Gak ada yang misalkan nyerobot, semuanya tertib dan disiplin,” ujarnya.
Senada dengan Yanti Suriati, KPM yang tinggal di Kecamatan Garut Kota, Kelurahan Paminggir, Kompung Pasir Pogor RT 5 / RW 5. Yanti adalah KPM yang menerima bantuan melalui metode door-to-door.
“Saya dapat Rp1 juta. Bantuannya digunakan untuk pendidikan anak sekolah dan sehari-hari. anak, kebetulan anak saya SMA kelas tiga, uangnya buat pengeluaran itu di sekolah. Ibarat beli LKS, beli keperluan anak sekolah, fotokopi apa yang lainnya,” katanya. Baca juga: Perluas Layanan, Pospay Kini Hadirkan Fitur Transfer Uang Internasional
Semua pihak yang terlibat, mulai dari koordinator pendamping hingga penerima manfaat, berharap agar program ini terus berjalan dengan lebih baik. Abdul Manap, Koordinator Pendamping PKH Kabuptaen Garut, menekankan pentingnya penjadwalan yang terorganisir untuk menghindari kerumunan dan memastikan kelancaran proses.
Sementara itu, penerima manfaat berharap agar cakupan bantuan dapat ditingkatkan, mengingat banyak warga yang masih membutuhkan. Penyaluran bansos ini menjadi bentuk nyata sinergi yang baik antara pemerintah, Kantorpos, dan masyarakat.
Pepi menambahkan betapa bantuan uang tunai tersebut sangat berarti untuk kebutuhan keluarganya. Menurutnya, pelayanan dari Kantorpos juga sangat baik. Dia mengaku mendapat bantuan Rp1,2 juta karena menerimanya double. ”Kita datang dan masukin nomor antrean, lalu kita dipanggil sesuai nomor antrean. Gak ada yang misalkan nyerobot, semuanya tertib dan disiplin,” ujarnya.
Senada dengan Yanti Suriati, KPM yang tinggal di Kecamatan Garut Kota, Kelurahan Paminggir, Kompung Pasir Pogor RT 5 / RW 5. Yanti adalah KPM yang menerima bantuan melalui metode door-to-door.
“Saya dapat Rp1 juta. Bantuannya digunakan untuk pendidikan anak sekolah dan sehari-hari. anak, kebetulan anak saya SMA kelas tiga, uangnya buat pengeluaran itu di sekolah. Ibarat beli LKS, beli keperluan anak sekolah, fotokopi apa yang lainnya,” katanya. Baca juga: Perluas Layanan, Pospay Kini Hadirkan Fitur Transfer Uang Internasional
Semua pihak yang terlibat, mulai dari koordinator pendamping hingga penerima manfaat, berharap agar program ini terus berjalan dengan lebih baik. Abdul Manap, Koordinator Pendamping PKH Kabuptaen Garut, menekankan pentingnya penjadwalan yang terorganisir untuk menghindari kerumunan dan memastikan kelancaran proses.
Sementara itu, penerima manfaat berharap agar cakupan bantuan dapat ditingkatkan, mengingat banyak warga yang masih membutuhkan. Penyaluran bansos ini menjadi bentuk nyata sinergi yang baik antara pemerintah, Kantorpos, dan masyarakat.
(poe)
Lihat Juga :