Zona Bahaya Gunung Lewotobi Laki-laki Turun Jadi 4 Km
Minggu, 09 Februari 2025 - 12:14 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Momen Prabowo Subianto Menangis di Hadapan Jenderal TNI Purnawirawan
“Adanya asap kawah (solfatara) ini disebabkan adanya zona alterasi (zona lemah), sehingga terlihat asap solfatara yang keluar dari area tersebut. Area tersebut dapat berpotensi terjadi “directed blast” (erupsi langsung searah) yang dapat terjadi ke arah barat laut-timur laut dari Gunung Lewotobi Laki-laki,” tulisnya.
Sementara itu, PVMBG juga mencatat gempa letusan pada periode ini sedikit berkurang dibandingkan dengan periode sebelumnya, hal ini mengindikasikan masih adanya suplai magma meskipun kecil namun berpotensi dapat menjadi erupsi.
Gempa harmonik jumlahnya sedikit menurun mengindikasikan adanya pergerakan fluida ataupun pelepasan gas dari magma yang mengisi rekahan cenderung menurun namun masih berada pada kedalaman yang dangkal yang bergerak ke arah permukaan.
Gempa low frekuensi jumlahnya sedikit menurun mengindikasikan aktivitas aliran fluida magma dari conduit menuju permukaan masih relatif kecil. Gempa Vulkanik Dangkal tidak terekam pada periode ini namun vulkanik dalam masih terekam dan jumlahnya menurun dibanding periode sebelumnya, hal ini mengindikasikan aktivitas magma dalam kantung magma gunung api Lewotobi Laki-laki intensitasnya berkurang dan belum mencapai kedalaman yang dangkal.
Sementara itu, PVMBG mencatat pada periode ini getaran banjir berkurang, seiring berkurangnya intensitas hujan di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki. Material-material yang dikeluarkan dari hasil erupsi yang terendapkan di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki yang dapat berpotensi menjadi lahar apabila terjadi hujan lebat.
“Adanya asap kawah (solfatara) ini disebabkan adanya zona alterasi (zona lemah), sehingga terlihat asap solfatara yang keluar dari area tersebut. Area tersebut dapat berpotensi terjadi “directed blast” (erupsi langsung searah) yang dapat terjadi ke arah barat laut-timur laut dari Gunung Lewotobi Laki-laki,” tulisnya.
Sementara itu, PVMBG juga mencatat gempa letusan pada periode ini sedikit berkurang dibandingkan dengan periode sebelumnya, hal ini mengindikasikan masih adanya suplai magma meskipun kecil namun berpotensi dapat menjadi erupsi.
Gempa harmonik jumlahnya sedikit menurun mengindikasikan adanya pergerakan fluida ataupun pelepasan gas dari magma yang mengisi rekahan cenderung menurun namun masih berada pada kedalaman yang dangkal yang bergerak ke arah permukaan.
Gempa low frekuensi jumlahnya sedikit menurun mengindikasikan aktivitas aliran fluida magma dari conduit menuju permukaan masih relatif kecil. Gempa Vulkanik Dangkal tidak terekam pada periode ini namun vulkanik dalam masih terekam dan jumlahnya menurun dibanding periode sebelumnya, hal ini mengindikasikan aktivitas magma dalam kantung magma gunung api Lewotobi Laki-laki intensitasnya berkurang dan belum mencapai kedalaman yang dangkal.
Sementara itu, PVMBG mencatat pada periode ini getaran banjir berkurang, seiring berkurangnya intensitas hujan di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki. Material-material yang dikeluarkan dari hasil erupsi yang terendapkan di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki yang dapat berpotensi menjadi lahar apabila terjadi hujan lebat.
Lihat Juga :