Taktik Licik Belanda Runtuhkan Perlawanan Imam Bonjol dan Pasukan Padri

Jum'at, 07 Februari 2025 - 08:14 WIB
loading...
Taktik Licik Belanda...
Belanda mengerahkan tentara tambahan dari Batavia untuk meruntuhkan perlawanan Imam Bonjol dan pasukan Padri. Foto/SindoNews.
A A A
SEMARANG - Belanda memperbesar konfrontasi ke pejuang - pejuang di Sumatera Barat dengan mengerahkan tentara tambahan dari Batavia. Tak cuma mengerahkan pasukan tambahan taktik lain dicoba Belanda dengan memengaruhi Tuanku nan Cerdik untuk membocorkan kekuatan markas Kaum Padri di bawah pimpinan Tuanku Imam Bonjol .

Tuanku nan Cerdik yang diangkat Belanda jadi Raja Bicara, ternyata menang efektif untuk meredam perlawanan dari Kaum Padri. Padahal sebelumnya Tuanku nan Cerdik memang juga sama-sama menentang Belanda dan turut berperang melawan kompeni ini.

Bocoran dari Tuanku nan Cerdik ini membuat markas Kaum Padri di pesisir - pesisir pantai tersembunyi diketahui oleh Belanda. Belanda akhirnya mengirimkan pasukan untuk menyerang markas - markas Kaum Padri di pantai, sebagaimana dikisahkan pada buku "Sejarah Nasional Indonesia IV : Kemunculan Penjajahan di Indonesia" dikutip SindoNews, Jumat (7/2/2025).

Baca juga: Kegeraman Imam Bonjol Terhadap Kebusukan Belanda Mengingkari Gencatan Senjata

Pengiriman pasukan itu juga disebut untuk menghalang - halangi kemungkinan gerakan pasukan Padri Bonjol tersebut. Belanda lalu mengambil jalan lewat Tiku, Manggopoh, Bevervoorde sampai di Lubuk Ambalu dan mendirikan kubu di situ. Oleh karena itu, Belanda segera mengirimkan pasukan untuk menghalang-halangi pergerakan pasukan kaum Padri dari luar markas untuk membantu.

Sementara itu, pertempuran yang terjadi di sekitar jurang antara Mantua dan Agam pada 10 September 1833 membawa kekalahan pada pihak kaum Padri, meskipun mereka dapat menewaskan beberapa serdadu Belanda, di antaranya seorang Letnan Kolonel. Beberapa distrik dan seluruh daerah VIII Kota telah jatuh ke tangan Belanda.

Baca juga: Heroik! Kaum Padri Pukul Mundur Penjajah dan Tewaskan Kapten Belanda

Penyerangan-penyerangan pasukan Padri pada pos-pos maupun benteng-benteng Belanda masih terus dilakukan, seperti penyerangan benteng Belanda di Amerongen oleh Tuanku Tambusai pada pertengahan Januari 1833, serta penyerangan pos Belanda di Guguk Sigandang oleh Tuanku Daimasiang pada akhir Mei 1833, penyerangan benteng Belanda di Pantar pada tanggal 22 November 1833 dan benteng Belanda di Amerongen lagi pada tanggal 21 Oktober 1833.

Pada akhir 1834, Belanda baru dapat memusatkan kekuatannya untuk menyerang Bonjol, setelah jalan-jalan yang menghubungkan Bonjol dengan daerah pantai dikuasai oleh Belanda. Pada akhir September 1834 pasukan Belanda menyiapkan pasukan besar untuk mulai menyerang Bonjol.

Dilihat dari gerakan-gerakan militer yang dilakukan Belanda mulai 1835 tampak jelas bahwa kekuatan militernya sebagian besar dikerahkan untuk meruntuhkan kekuatan kaum Padri di Bonjol. Untuk tujuan ini, daerah-daerah sekitar Bonjol dicoba untuk dikuasainya.

Hal ini tampak misalnya dalam persiapan mereka untuk beroperasi ke daerah Alahan Panjang, dengan mengerahkan pasukan yang cukup besar. Bonjol didekati dari beberapa jurusan. Pada 21 April 1835 dua kelompok pasukan Belanda telah menyerang pertahanan kaum Padri di sekitar.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pangeran Sambernyawa...
Pangeran Sambernyawa Pimpin Pasukannya dengan Semboyan Tiji Tibeh, Bikin Belanda Kocar-kacir
Sosok Mayor Madmuin...
Sosok Mayor Madmuin Hasibuan, Pimpin TKR Laoet Bertempur Melawan Tentara Sekutu
Di Depan Pusara Pahlawan...
Di Depan Pusara Pahlawan M.H. Thamrin, Pramono Serukan Persatuan Orang Betawi
Jejak Terakhir Pangeran...
Jejak Terakhir Pangeran Diponegoro di Tanah Jawa, Tinggal selama 26 Hari di Jakarta
Kisah Letkol Imam Syafiie...
Kisah Letkol Imam Syafiie Tolak Tawaran Bung Karno Jadi Komandan Cakrabirawa
Kisah Pertempuran Pasukan...
Kisah Pertempuran Pasukan Kapten Tubagus Muslihat Pukul Mundur Penjajah Inggris dan Sekutu dari Kota Bogor
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
Besok, Prabowo Resmikan...
Besok, Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk
GMNI Desak Pemerintah...
GMNI Desak Pemerintah Tetapkan Inggit Garnasih sebagai Pahlawan Nasional
Rekomendasi
Dukung Penangkapan Roy...
Dukung Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Peradi Bersatu Minta Polisi Tak Tunduk Tekanan Opini Publik
Kasus Silmy Karim Cs,...
Kasus Silmy Karim Cs, KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Berita Terkini
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved