Tanam Padi di Lahan Sawit Jambi Libatkan Petani Diapresiasi
Kamis, 06 Februari 2025 - 19:00 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut Jatmiko menjelaskan, petani akan mendapatkan tambahan pendapatan jelang masa panen sawit. Pendapatan itu dihasilkan dari potensi tiga kali panen dari tanaman padi Gogo yang ditanam secara intercropping di sela-sela tanaman sawit muda.
Berdasarkan program serupa dengan kondisi geografis yang sama di Riau, diproyeksikan areal intercropping mampu menghasilkan 20 ton gabah kering untuk satu tahun menjelang sawit mulai menghasilkan tandan buah segar.
“Insya Allah, rekan-rekan petani, selain fokus utama kita adalah membantu penguatan ketahanan pangan, juga akan mendapatkan penghasilan tambahan yang signifikan,"tandas Sujatmiko.
Berdasarkan luas PSR di Indonesia yang mencapai 6,94 juta hektare, sekitar 2,8 juta hektare telah memasuki fase tanaman tua dan harus segera diremajakan.
Jika luasan areal program ini selama lima tahun mendatang dapat terwujud, maka petani PSR yang menanam padi intercropping sawit berpeluang menghasilkan sedikitnya setengah juta ton gabah atau 258.491 ton padi untuk masyarakat Indonesia.
Berdasarkan program serupa dengan kondisi geografis yang sama di Riau, diproyeksikan areal intercropping mampu menghasilkan 20 ton gabah kering untuk satu tahun menjelang sawit mulai menghasilkan tandan buah segar.
“Insya Allah, rekan-rekan petani, selain fokus utama kita adalah membantu penguatan ketahanan pangan, juga akan mendapatkan penghasilan tambahan yang signifikan,"tandas Sujatmiko.
Berdasarkan luas PSR di Indonesia yang mencapai 6,94 juta hektare, sekitar 2,8 juta hektare telah memasuki fase tanaman tua dan harus segera diremajakan.
Jika luasan areal program ini selama lima tahun mendatang dapat terwujud, maka petani PSR yang menanam padi intercropping sawit berpeluang menghasilkan sedikitnya setengah juta ton gabah atau 258.491 ton padi untuk masyarakat Indonesia.
(shf)
Lihat Juga :