Partai Perindo Prihatin Warga Meninggal saat Antre Gas 3 Kg di Pamulang
Rabu, 05 Februari 2025 - 18:20 WIB
loading...
Plt Sekjen DPP Partai Perindo Andi Muhammad Yuslim Patawari prihatin ibu rumah tangga meninggal akibat kelelahan mengantre gas 3 kg saat ditemui di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2025). Foto: Achmad Al Fiqri
A
A
A
TANGERANG SELATAN - Partai Persatuan Indonesia (Perindo) prihatin seorang ibu rumah tangga (IRT) meninggal dunia akibat kelelahan saat mengantre gas 3 kg di Pamulang Barat, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
"Memang sangat kita sayangkan. Kami cukup prihatin adanya warga meninggal karena antrean gas 3 kg," ujar Plt Sekjen DPP Partai Perindo Andi Muhammad Yuslim Patawari saat ditemui di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2025).
Baca juga: Ibu Rumah Tangga Tewas Kelelahan Antre Gas Elpiji 3 Kg di Pamulang
Padahal, dia menilai bagus program pemerintah yang ditujukan agar penerima subsidi gas melon tepat sasaran. Namun, dia berpandangan perlu adanya sosialisasi masif dari program tersebut, apalagi gas menjadi kebutuhan primer.
"Kalau kami bisa sarankan program pemerintah itu bagus, tapi saya pikir harus ada sosialisasi. Kalau yang sifatnya menjadi kebutuhan masyarakat langsung dilakukan tindakan tanpa ada sosialisasi mungkin itu menjadi persoalan," kata Andi.
Atas dasar itu, dia menyarankan pemerintah melakukan sosialisasi yang masif terhadap program tersebut. Apalagi gas sangat diperlukan masyarakat.
"Saran kami, program itu bagus tapi ada baiknya dilakukan sosialisasi di mana gas ini menjadi kebutuhan rumah tangga. Kalau nggak ada gas, orang nggak makan, nggak minum. Harus ada pemikiran lain kalau memang ada yang sifatnya kebijakan," ujarnya.
"Memang sangat kita sayangkan. Kami cukup prihatin adanya warga meninggal karena antrean gas 3 kg," ujar Plt Sekjen DPP Partai Perindo Andi Muhammad Yuslim Patawari saat ditemui di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2025).
Baca juga: Ibu Rumah Tangga Tewas Kelelahan Antre Gas Elpiji 3 Kg di Pamulang
Padahal, dia menilai bagus program pemerintah yang ditujukan agar penerima subsidi gas melon tepat sasaran. Namun, dia berpandangan perlu adanya sosialisasi masif dari program tersebut, apalagi gas menjadi kebutuhan primer.
"Kalau kami bisa sarankan program pemerintah itu bagus, tapi saya pikir harus ada sosialisasi. Kalau yang sifatnya menjadi kebutuhan masyarakat langsung dilakukan tindakan tanpa ada sosialisasi mungkin itu menjadi persoalan," kata Andi.
Atas dasar itu, dia menyarankan pemerintah melakukan sosialisasi yang masif terhadap program tersebut. Apalagi gas sangat diperlukan masyarakat.
"Saran kami, program itu bagus tapi ada baiknya dilakukan sosialisasi di mana gas ini menjadi kebutuhan rumah tangga. Kalau nggak ada gas, orang nggak makan, nggak minum. Harus ada pemikiran lain kalau memang ada yang sifatnya kebijakan," ujarnya.
Lihat Juga :