Pasukan Pangeran Diponegoro Sulit Dikalahkan Paksa Belanda Bangun Benteng Pertahanan di Madiun

Jum'at, 31 Januari 2025 - 06:00 WIB
loading...
Pasukan Pangeran Diponegoro...
Pertempuran sengit antara pasukan Pangeran Diponegoro dengan tentara Belanda terjadi di awal 1828. Kala itu pasukan Pangeran Diponegoro sangat sulit dikalahkan. Foto/Kemendikbud
A A A
PERTEMPURANsengit antara pasukan Pangeran Diponegoro dengan tentara Belanda terjadi di awal tahun 1828. Kala itu pasukan Pangeran Diponegoro sangat sulit dikalahkan.

Pertempuran ini memaksa Belanda juga harus membuat beberapa benteng pertahanan bekerjasama dengan wilayah - wilayah kabupaten yang memihaknya. Kemenangan Belanda di Bojonegoro pada pertempuran 5 Februari 1828 berimbas kepada beberapa daerah lain yang mendukung kompeni.

Baca juga: Belanda Monopoli Cukai Picu Perampokan, Pembunuhan, dan Letuskan Perang Diponegoro

Di sisi lain perlawanan dari pasukan Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa kian sengit.

Di Madiun, Bupati Wedana Madiun bahkan sampai harus meminta bantuan kepada Kapten De Munck di Ngawi, untuk memperkuat keamanan mereka setelah Yudokusumo dan pengikutnya melarikan diri ke Caruban, serta menghimpun kekuatan baru pasca peperangan di Bojonegoro.

Kapten De Munck pun menyiapkan cukup perbekalan untuk satu detasemen di bawah Letda Marnitz, yang terdiri atas 50 orang. Tentara itu 20 di antaranya dipersenjatai senapan, sementara yang lain menggunakan tombak. Detasemen tersebut kemudian dikirim ke Wonorejo.

Sesampainya di Wonorejo, Diard petinggi Belanda, menyarankan agar pasukan segera membangun benteng. Hal ini tercantum dalam laporan Residen Madiun Lodewijk de Launy, pasca peperangan.

Baca juga: Panglima Perang Legendaris Dunia, Pangeran Diponegoro Salah Satunya

Tempat benteng didirikan disebut sebagai Kartoharjo (bukan Wonorejo), yang kini merupakan nama sebuah desa di dalam Kota Madiun.

Dikutip dari buku "Antara Lawu dan Wilis: Arkeologis, Sejarah, dan Legenda Madiun Raya Berdasarkan Catatan Lucien Adam Residen Madiun 1934 - 38.



Di samping itu, Letnan François Auguste Schnorbusch, yang barisannya juga diperkuat oleh pasukan Bupati Ponorogo, melindungi orang-orang yang bekerja dalam pembangunan benteng ini dari serangan musuh.

Putra bupati juga turut bergabung di dalam pasukan yang dipimpin Schnorbusch. Untuk membangun benteng yang disarankan tersebut, bupati wedana menugaskan RT Sosronegoro, yang merupakan mantan pemungut pajak di Grobogan, dengan perintah untuk mendirikan "Benteng ing Kartoharjo".

Mengenai lokasi tepatnya benteng di Kartoharjo itu konon belum sepenuhnya jelas.

Diard, yang tampaknya memiliki wewenang sehingga dapat memberi perintah kepada Marnitz, memerintahkan letda tersebut untuk membangun benteng dengan dua bastion.

Satu di sudut utara dan satu lagi di sudut selatan, agar jangkauan meriam benteng dapat menjangkau sepanjang jalan yang menuju ke Ponorogo dan juga mengawasi rumah bupati dan pasar.

Selain di dalam ibu kota Madiun, pekerjaan juga dilakukan untuk memperbaiki benteng di Ngawi.

Pada Januari 1828, benteng itu dikepung musuh dari tiga arah setelah para pasukan Pangeran Diponegoro yang disebut Belanda sebagai pemberontak membakar semua desa di sekitar benteng.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Kapal Perang Belanda...
Kapal Perang Belanda dan China Terlibat Konfrontasi di Laut China Selatan
Kapten Kapal Pesiar...
Kapten Kapal Pesiar Terjangkit Hantavirus Bilang pada Penumpang: Pria yang Tewas Itu Tak Menular
Pria Pro-Nazi Hendak...
Pria Pro-Nazi Hendak Bunuh 2 Putri Kerajaan Belanda, Bawa Kapak Bertuliskan Mossad dan Sieg Heil
Rekomendasi
Alwi Farhan Jagokan...
Alwi Farhan Jagokan Portugal di Piala Dunia 2026: Cristiano Ronaldo For The Last Dance!
Kemenhaj Ajukan Tambahan...
Kemenhaj Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Tahun 2027
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Berita Terkini
Little Star Fun Run...
Little Star Fun Run di Surabaya, Ajang Lari Anak Tumbuhkan Kepercayaan Diri
Tiyo Ardianto Dilaporkan...
Tiyo Ardianto Dilaporkan ke Polres Tangsel, Pelapornya Pernah Ngaku-ngaku Punya Gunung Parung
Aliansi Masyarakat Jakarta...
Aliansi Masyarakat Jakarta Timur Minta Program MBG Dilanjutkan
Polisi Persilakan Tiyo...
Polisi Persilakan Tiyo Ardianto Bikin Laporan Dugaan Temuan Alat Pelacak di Mobil
Kasus Andrie Yunus,...
Kasus Andrie Yunus, Koordinator Kontras Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Akses Jalan Medan Merdeka...
Akses Jalan Medan Merdeka Selatan ke Patung Kuda Ditutup Imbas Demo Serikat Pekerja
Infografis
10 Pasukan Khusus Terganas...
10 Pasukan Khusus Terganas di Dunia, Indonesia Masuk?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved