Gagal Nikahi Putri Raja Sunda, Hayam Wuruk Makin Getol Blusukan ke Penjuru Majapahit
Senin, 20 Januari 2025 - 05:05 WIB
loading...
A
A
A
Usai Perang Bubat, Hayam Wuruk berusaha bangkit agar tak semakin terpuruk. Dia masih meneruskan tradisi blusukan ke wilayah kekuasaannya. Blusukan kali ini diarahkan menuju timur ibu kota Kerajaan Majapahit.
Selain menyerap aspirasi masyarakatnya, Hayam Wuruk ingin memastikan keamanan wilayah kekuasaannya. Apalagi wilayah Lamajang yang dituju Raja Majapahit kerap dilanda peperangan dan ketidakstabilan keamanan serta politik. Kunjungan ketiga dilakukan sang Raja Majapahit pasca-Perang Bubat.
Kunjungan ini membawa serta Gajah Mada yang sempat diistirahatkan usai kesalahannya di Perang Bubat. Mansur Hidayat pada penjelasannya di buku "Arya Wiraraja dan Lamajang Tigang Juru", kunjungan terjadi pada 1359 Masehi ke wilayah bekas Kerajaan Lamajang Tigang Juru.
Kunjungan ke Lamajang ini juga diikuti menteri, tanda, pendeta, pujangga, abdi istana, dan dikawal ribuan pasukan. Rombongan besar ini melakukan kunjungan diplomasi yang sangat penting, karena merupakan wilayah yang kerap terjadi pergolakan.
Pada kunjungannya ini rombongan Kerajaan Majapahit memakan waktu 3 bulan dengan menelusuri wilayah timur ibu kota Majapahit. Rombongan bergerak menuju Malang dan Pasuruan yang merupakan wilayah inti Kerajaan Majapahit.
Selain menyerap aspirasi masyarakatnya, Hayam Wuruk ingin memastikan keamanan wilayah kekuasaannya. Apalagi wilayah Lamajang yang dituju Raja Majapahit kerap dilanda peperangan dan ketidakstabilan keamanan serta politik. Kunjungan ketiga dilakukan sang Raja Majapahit pasca-Perang Bubat.
Kunjungan ini membawa serta Gajah Mada yang sempat diistirahatkan usai kesalahannya di Perang Bubat. Mansur Hidayat pada penjelasannya di buku "Arya Wiraraja dan Lamajang Tigang Juru", kunjungan terjadi pada 1359 Masehi ke wilayah bekas Kerajaan Lamajang Tigang Juru.
Kunjungan ke Lamajang ini juga diikuti menteri, tanda, pendeta, pujangga, abdi istana, dan dikawal ribuan pasukan. Rombongan besar ini melakukan kunjungan diplomasi yang sangat penting, karena merupakan wilayah yang kerap terjadi pergolakan.
Pada kunjungannya ini rombongan Kerajaan Majapahit memakan waktu 3 bulan dengan menelusuri wilayah timur ibu kota Majapahit. Rombongan bergerak menuju Malang dan Pasuruan yang merupakan wilayah inti Kerajaan Majapahit.
Lihat Juga :