Penuhi Aspek Kewilayahan, 563 Calon Tamtama Lulus Pantukhir
Sabtu, 02 Mei 2020 - 21:50 WIB
loading...
Penuhi aspek kewilayahan, 563 calon Tamtama lulus Pantukhir. Foto SINDOnews
A
A
A
Sebanyak 563 peserta dinyatakan lulus pada Sidang Pemilihan Tingkat Pusat Penerimaan Calon Tamtama (CATA) Prajurit Karier (PK) TNI AD 2020 Subpanpus Kodam II/Swj yang dipimpin langsung Pangdam II/Swj Mayjen TNI Irwan, di Markas Dodikjur Rindam II/Swj Lahat, Sumsel Sabtu (02/05/2020).
Pangdam II/Swj Mayjen TNI Irwan mengatakan, merebaknya penyebaran Covid-19 di Indonesia saat ini tentunya berdampak cukup signifikan terhadap pelaksanaan program kegiatan TNI AD TA. 2020, tidak terkecuali kegiatan penerimaan CATA PK TNI AD Gelombang-I 2020 yang telah dilaksanakan sejak bulan Februari 2020 lalu dan telah mengalami beberapa kali penundaan seiring perkembangan situasi yang terjadi.
"Di tengah kondisi saat ini, sambung Pangdam, pelaksanaan kegiatan penerimaan calon Tamtama kali ini pasti lebih berat dan memiliki resiko yang tinggi terhadap kemungkinan penyebaran dan penularan Covid-19," katanya.
Namun demikian, sebagai insan prajurit, harus menyadari bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bagian tugas pokok yang harus dilaksanakan dalam rangka menyiapkan kekuatan pertahanan untuk meningkatkan kekuatan operasional TNI AD, sehingga siap menghadapi segala kemungkinan perkembangan situasi.
Pada kesempatan tersebut, Pangdam juga menyampaikan rasa hormat dan bangga serta ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Panitia Rik/Uji Daerah maupun Pusat penerimaan CATA TA. 2020, karena telah melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan baik, meskipun kegiatan penerimaan CATA kali ini syarat akan tantangan dan beresiko tinggi.
Hadir dalam Sidang Pemilihan Tingkat Pusat penerimaan Calon Tamtama PK TNI AD Gelombang-I TA. 2020 tersebut, antara lain ; Danrindam II/Swj, Asintel Kasdam II/Swj, Aspers Kasdam II/Swj, Kaajendam II/Swj, Kakesdam II/Swj dan Tim Subpanpus dari Mabesad termasuk Tim Pengawas dan Tim Psikologi.
Untuk diketahui bahwa, para peserta yang mengikuti sidang Pantukhir ini merupakan calon-calon Tamtama terbaik. Mereka telah melewati seluruh tahapan pemeriksaan awal, yang sangat ketat dan teliti, meliputi aspek administrasi, kesehatan, jasmani, mental ideologi (MI), dan psikologi, yang dilaksanakan secara obyektif dan transparan.
Pangdam II/Swj Mayjen TNI Irwan mengatakan, merebaknya penyebaran Covid-19 di Indonesia saat ini tentunya berdampak cukup signifikan terhadap pelaksanaan program kegiatan TNI AD TA. 2020, tidak terkecuali kegiatan penerimaan CATA PK TNI AD Gelombang-I 2020 yang telah dilaksanakan sejak bulan Februari 2020 lalu dan telah mengalami beberapa kali penundaan seiring perkembangan situasi yang terjadi.
"Di tengah kondisi saat ini, sambung Pangdam, pelaksanaan kegiatan penerimaan calon Tamtama kali ini pasti lebih berat dan memiliki resiko yang tinggi terhadap kemungkinan penyebaran dan penularan Covid-19," katanya.
Namun demikian, sebagai insan prajurit, harus menyadari bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bagian tugas pokok yang harus dilaksanakan dalam rangka menyiapkan kekuatan pertahanan untuk meningkatkan kekuatan operasional TNI AD, sehingga siap menghadapi segala kemungkinan perkembangan situasi.
Pada kesempatan tersebut, Pangdam juga menyampaikan rasa hormat dan bangga serta ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Panitia Rik/Uji Daerah maupun Pusat penerimaan CATA TA. 2020, karena telah melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan baik, meskipun kegiatan penerimaan CATA kali ini syarat akan tantangan dan beresiko tinggi.
Hadir dalam Sidang Pemilihan Tingkat Pusat penerimaan Calon Tamtama PK TNI AD Gelombang-I TA. 2020 tersebut, antara lain ; Danrindam II/Swj, Asintel Kasdam II/Swj, Aspers Kasdam II/Swj, Kaajendam II/Swj, Kakesdam II/Swj dan Tim Subpanpus dari Mabesad termasuk Tim Pengawas dan Tim Psikologi.
Untuk diketahui bahwa, para peserta yang mengikuti sidang Pantukhir ini merupakan calon-calon Tamtama terbaik. Mereka telah melewati seluruh tahapan pemeriksaan awal, yang sangat ketat dan teliti, meliputi aspek administrasi, kesehatan, jasmani, mental ideologi (MI), dan psikologi, yang dilaksanakan secara obyektif dan transparan.
Lihat Juga :