Kisah Pertempuran Sengit 4 Hari Minahasa Berujung Pembantaian oleh Pasukan Belanda
Minggu, 05 Januari 2025 - 06:53 WIB
loading...
A
A
A
Dengan kekuatan yang tersisa, benteng Moraya melakukan perlawanan terakhirnya. Tembakan meriam sebagai pelindung pendaratan dan gerak maju pasukan, menandai mulainya pertempuran.
Pasukan Minawanua bersiap bertempur menghadapi Belanda. Dalam pertempuran empat hari itu, serangan pasukan Belanda datang bergelombang seolah-olah tiada putusnya.
Dikisahkan pada buku "Sejarah Nasional Indonesia IV : Kemunculan Penjajahan di Indonesia", Benteng Moraya dan Papal, yang menjadi basis pasukan Minahasa mengalami kehancuran. Korban pun berjatuhan.
Pertahanan Minawanua ditembus, Kapten Weintree memasuki perkampungan pertempuran habis-habisan berlangsung dengan cara berhadap-hadapan. Kontak senjata tak terelakkan antara pasukan Belanda dan Minawanua, Minahasa.
Pertaruhan hidup dan mati bagi pasukan Minawanua terjadi sekitar satu jam. Pasukan Belanda membantai semua yang dijumpainya, tidak peduli apakah orang sakit, cedera, jompo, kanak-kanak, atau perempuan.
Pasukan Minawanua bersiap bertempur menghadapi Belanda. Dalam pertempuran empat hari itu, serangan pasukan Belanda datang bergelombang seolah-olah tiada putusnya.
Dikisahkan pada buku "Sejarah Nasional Indonesia IV : Kemunculan Penjajahan di Indonesia", Benteng Moraya dan Papal, yang menjadi basis pasukan Minahasa mengalami kehancuran. Korban pun berjatuhan.
Pertahanan Minawanua ditembus, Kapten Weintree memasuki perkampungan pertempuran habis-habisan berlangsung dengan cara berhadap-hadapan. Kontak senjata tak terelakkan antara pasukan Belanda dan Minawanua, Minahasa.
Pertaruhan hidup dan mati bagi pasukan Minawanua terjadi sekitar satu jam. Pasukan Belanda membantai semua yang dijumpainya, tidak peduli apakah orang sakit, cedera, jompo, kanak-kanak, atau perempuan.
Lihat Juga :