Kisah Meletusnya Perang Maluku Akibat Campur Tangan Belanda Terhadap Uang Kertas
Kamis, 02 Januari 2025 - 06:23 WIB
loading...
A
A
A
Pernyataan pengikut-pengikut Pattimura menjelaskan adanya penyelewengan dalam hal ini. Pejabat-pejabat daerah membayar hasil cengkih dengan uang kertas, tetapi penduduk yang membeli bahan-bahan kebutuhan seperti tekstil di toko-toko pemerintah, diwajibkan membayar dengan uang logam.
Lama-kelamaan uang logam habis dari peredaran dan penduduk mulai panik karena belum percaya pada alat bayar dari kertas itu. Tidak ada usaha untuk mengatasi keguncangan-keguncangan perasaan ini dari pejabat gubernemen.
Soal uang kertas terutama ditekankan dalam "Pernyataan Hatawano" (Saparua Utara) ketika diadakan perundingan dengan pihak Belanda di bulan Juli 1817. Di perundungan itu disepakati bahwa uang kertas tidak dapat digunakan untuk memberi sumbangan di gereja. Berdasarkan perjanjian itu juga siapa saja penduduk yang menolak menerima uang kertas aman dirantai dan diangkut ke Batavia, yang menjadi markas pemerintahan Hindia-Belanda.
Lama-kelamaan uang logam habis dari peredaran dan penduduk mulai panik karena belum percaya pada alat bayar dari kertas itu. Tidak ada usaha untuk mengatasi keguncangan-keguncangan perasaan ini dari pejabat gubernemen.
Soal uang kertas terutama ditekankan dalam "Pernyataan Hatawano" (Saparua Utara) ketika diadakan perundingan dengan pihak Belanda di bulan Juli 1817. Di perundungan itu disepakati bahwa uang kertas tidak dapat digunakan untuk memberi sumbangan di gereja. Berdasarkan perjanjian itu juga siapa saja penduduk yang menolak menerima uang kertas aman dirantai dan diangkut ke Batavia, yang menjadi markas pemerintahan Hindia-Belanda.
(shf)
Lihat Juga :