Rekonstruksi Penembakan Gamma, Keluarga Protes Aipda Robig Banyak Atur Saksi-saksi
Senin, 30 Desember 2024 - 21:06 WIB
loading...
A
A
A
“Kalau pengacaranya tersangka maunya ngatur-ngatur terus, saksi-saksi pun tadi diatur jaraknya, saya sudah sampaikan jangan mau diatur siapa pun, tidak boleh. Harus sesuai dengan apa yang diketahui, dilihat dan dirasakan oleh saksi,” timpal kuasa hukum keluarga Gamma, Zainal Abidin Petir di lokasi rekonstruksi.
Pada rekonstruksi itu juga terkuak, Robig mengumbar peluru dengan jarak yang dekat, mulai 3 meter hingga 2 meter. Penembakan langsung ke arah para korban. Robig mengklaim penembakan awal, adalah tembakan peringatan.
Saat rekonstruksi juga terkuak Gamma ditembak dari jarak dekat, sekira 3 meter. Saat itu posisi Gamma berboncengan sepeda motor Vario merah, dikemudikan saksi M dan di belakang Gamma juga membonceng lagi saksi D. Motor ditumpangi 3 orang.
“Alhamdulillah terkuak di situ bahwa tidak ada penyerangan yang menyebabkan nyawa tersangka terancam dan tidak ada menyerangan. Gamma itu di tengah, nggak bawa apa-apa (sajam), tidak menyerang dan tidak bawa senjata waktu ditembak, dia di tengah,” sambung Zainal Petir.
“Penembakan itu dilakukan dalam jarak sangat dekat, artinya tembakan itu mematikan dan sangat brutal, dari rekonstruksi sudah jelas faktanya,” lanjut Zainal.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio mengemukakan pihaknya tidak mempersoalkan saling klaim antara saksi maupun tersangka saat rekonstruksi.
“Itu sah saja (perbedaan keterangan saksi dan tersangka), nanti kami akan dukung dengan bukti digital forensik, CCTV, jejak digital, kami akan bandingkan dan sandingkan, nanti terlihat mana yang sesuai dengan faktanya ya,” kata Kombes Dwi Subagio di lokasi rekonstruksi.
Pada rekonstruksi itu juga terkuak, Robig mengumbar peluru dengan jarak yang dekat, mulai 3 meter hingga 2 meter. Penembakan langsung ke arah para korban. Robig mengklaim penembakan awal, adalah tembakan peringatan.
Saat rekonstruksi juga terkuak Gamma ditembak dari jarak dekat, sekira 3 meter. Saat itu posisi Gamma berboncengan sepeda motor Vario merah, dikemudikan saksi M dan di belakang Gamma juga membonceng lagi saksi D. Motor ditumpangi 3 orang.
“Alhamdulillah terkuak di situ bahwa tidak ada penyerangan yang menyebabkan nyawa tersangka terancam dan tidak ada menyerangan. Gamma itu di tengah, nggak bawa apa-apa (sajam), tidak menyerang dan tidak bawa senjata waktu ditembak, dia di tengah,” sambung Zainal Petir.
“Penembakan itu dilakukan dalam jarak sangat dekat, artinya tembakan itu mematikan dan sangat brutal, dari rekonstruksi sudah jelas faktanya,” lanjut Zainal.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio mengemukakan pihaknya tidak mempersoalkan saling klaim antara saksi maupun tersangka saat rekonstruksi.
“Itu sah saja (perbedaan keterangan saksi dan tersangka), nanti kami akan dukung dengan bukti digital forensik, CCTV, jejak digital, kami akan bandingkan dan sandingkan, nanti terlihat mana yang sesuai dengan faktanya ya,” kata Kombes Dwi Subagio di lokasi rekonstruksi.
Lihat Juga :