Bawaslu Maros Minta Warga Melapor Jika Temukan Indikasi Politik Uang

Selasa, 01 September 2020 - 17:49 WIB
loading...
Bawaslu Maros Minta...
Ilustrasi. Foto: SINDOnews
A A A
MAROS - Tiga pasangan bakal calon kepala daerah diprediksi akan bertarung di pilkada Maros 2020 , setelah hampir seluruh partai menyerahkan dukungannya. Tapi, proses penyerahan dukungan partai ini disebut-sebut menjadi salah satu ajang politik uang pra pilkada.

Mahar untuk memperoleh dukungan ini pun jadi sorotan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Maros, Sufirman. Menurutnya, ada dua pemetaan terjadinya politik uang saat pilkada. Salah satunya adalah upaya kandidat dalam memperoleh dukungan partai yang biasanya dikenal sebagai mahar partai.

Baca juga: Politik Uang Ancam Pelaksanaan Pilkada di Luwu Timur

“Di beberapa tempat itu, proses ini dipenuhi dengan mahar-mahar politik dan itu jelas dalam Undang-undang nomor 10 itu tidak boleh menerima atau memberikan imbalan. Di pengawasan, kita sudah upayakan, tapi kejadiannya di ruang tertutup dan itu kendala kami untuk mendeteksi lebih dalam,” kata Sufriman, Selasa (1/9/2020).

Sejauh ini, pihak Bawaslu hanya bisa membuka ruang informasi yang sebesar-besarnya dari pihak manapun terkait adanya potensi mahar politik. Jika indikasi itu bisa dibuktikan, maka pihaknya pasti akan melakukan pengusutan.

“Kita memang sulitnya di pembuktian. Tapi soal desas-desus itu juga kita sudah dengar. Saat ini kita hanya bisa berharap semua pihak memberikan informasi itu. Kalau memang bisa dibuktikan, pastilah akan kita lanjutkan kasusnya,” lanjutnya.

Terkait potensi politik uang setelah penetapan pasangan calon, Bawaslu menyebut hal itu sangat berpeluang terjadi dan besar juga peluang Bawaslu untuk mengusutnya. Namun, untuk mahar politik, pihaknya mengaku kesulitan dalam hal pembuktian informasi.

“Kalau politik uang pasca penetapan, itu pasti berpeluang ada. Pembuktiannya juga masih mudahlah kita usut kasusnya. Beda dengan politik uang untuk mahar yah. Kalau ini memang kita kesulitan untuk membuktikan setiap informasi yang ada,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sufirman juga menanggapi banyaknya laporan keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) dalam pilkada. Saat ini, pihaknya tengah mendalami dua laporan netralitas ASN yang masih ditangani Panwascam.

“Iya kalau soal itu, kita belum bisa terlalu banyak menyampaikan. Yang jelasnya saat ini ada dua yang kami tangani di tingkat Panwascam. Dalam satu pekan ke depan mungkin sudah ada hasilnya dari kami,” sebutnya.

Menanggapi isu mahar politik dalam rekomendasi partai, bakal calon bupati Kabupaten Maros, Chaedir Syam menyebut, bahwa itu hanya obrolan warung kopi yang sudah biasa dilontarkan. Ia pun menjamin semua partai yang telah mendukungnya tidak pernah diberi apapun dan hanya semata-mata melihat peluang menang dan juga kesamaan visi dan misi.

Baca juga: Bawaslu Akan Cegah Ujaran Kebencian dan Politik Uang dalam Pilkada 2020

“Yah tentunya bukan karena itu kami diberikan dukungan dari partai, tapi ini karena mereka juga melihat peluang, survei dan lain-lain. Sehingga mereka menjatuhkan dukungannya kepada kami yang memang meminta melalui pendaftaran. Selain itu pasti juga karena visi misi kita,” katanya.

Hingga saat ini, tiga pasangan calon kepala daerah yang telah mengantongi dukungan partai, rencananya akan melakukan pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maros yang sedianya akan dibuka pada tanggal 4 sampai 6 September mendatang.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Airin-Ade Difitnah Politik...
Airin-Ade Difitnah Politik Uang, Tim Hukum: Penghasut yang Menghalalkan Segala Cara
Dugaan Money Politics...
Dugaan Money Politics di Pilgub Kepri, Tim Ansar-Nyanyang Lapor Bawaslu
Dugaan Money Politics,...
Dugaan Money Politics, Bawaslu Kabupaten Serang Panggil Ratu Zakiyah
Artis Justy: Anwar Hafid...
Artis Justy: Anwar Hafid Satu-satunya Cagub yang Bersih dari Politik Uang
2 Pelaku Money Politics...
2 Pelaku Money Politics di Teling Manado Dibekuk Polisi
Viral Amplop Serangan...
Viral Amplop Serangan Fajar Caleg di Lebak Banten, Uang Rp50 Ribu dan Kartu Nama
PKB: Jangan Justru saat...
PKB: Jangan Justru saat Terjadi Politik Uang, Bawaslunya Malah Hilang
Bawaslu Usul Blacklist...
Bawaslu Usul Blacklist Pelaku Money Politics dalam Pemilu, Golkar: Bisa Jadi Alternatif Penegakan Hukum
Tokoh Nahdlatul Ulama:...
Tokoh Nahdlatul Ulama: Muktamar NU Harus Bebas dari Politik Uang
Rekomendasi
Prabowo Ajak Seluruh...
Prabowo Ajak Seluruh Elemen Bangsa Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman demi Kemajuan Bangsa
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved