Jadi Tersangka Kecelakaan Maut di Tol Pandaan, Sopir Truk Dianggap Lalai Cek Kendaraan
Rabu, 25 Desember 2024 - 16:48 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Detik-detik Truk Mundur Tabrak Bus Pariwisata di Tol Pandaan Akibatkan 4 Orang Tewas
Kondisi itulah yang membuat truk dengan muatan pakan ternak maksimal 11,2 ton itu akhirnya tak kuat menanjak karena overheat itu. Celakanya pada saat truk itu melintasi jalanan menanjak, lalu truk tak kuat, dan sopir memilih menepikan kendaraannya di bahu jalan sebelah kiri, tepat di tikungan.
"Artinya jarak pandang visibilitas pengguna jalan tol ini masih terbatas, dan kondisinya menanjak ini ini yang ini yang masih kita dalami mengapa dia memilih untuk menghentikan dan memarkirkan kendaraannya di kondisi seperti itu," jelasnya.
Ketika berhenti itu pula, sopir ternyata mesin dalam kondisi menyala memasukkan pada gigi persneling normal di jalanan menanjak, meski mengaktifkan rem tangan. Padahal secara teknis itu, seharusnya dengan beban kendaraan yang berhenti di jalanan menanjak, serta menikung, mesin harus dalam keadaan mati dengan posisi masuk persneling satu.
"Sopir juga lebih memilih untuk melakukan ganjalan itu pada ban depan, sedangkan kita melihat porsi beban porsi beban otomatis lebih banyak dan lebih besar di bagian belakang, karena muatannya ada di bagian belakang," paparnya.
Pihaknya juga menyoroti bagaimana keberanian sopir truk yang membawa kendaraannya dengan kondisi tidak prima dengan sejumlah permasalahan tanpa ditemani oleh kernet. Maka ketika berhenti di tanjakan, sopir terlihat bekerja sendiri berusaha mengganjal kendaraan di ban depan kanan dan kiri, tapi ternyata tetap mundur.
Kondisi itulah yang membuat truk dengan muatan pakan ternak maksimal 11,2 ton itu akhirnya tak kuat menanjak karena overheat itu. Celakanya pada saat truk itu melintasi jalanan menanjak, lalu truk tak kuat, dan sopir memilih menepikan kendaraannya di bahu jalan sebelah kiri, tepat di tikungan.
"Artinya jarak pandang visibilitas pengguna jalan tol ini masih terbatas, dan kondisinya menanjak ini ini yang ini yang masih kita dalami mengapa dia memilih untuk menghentikan dan memarkirkan kendaraannya di kondisi seperti itu," jelasnya.
Ketika berhenti itu pula, sopir ternyata mesin dalam kondisi menyala memasukkan pada gigi persneling normal di jalanan menanjak, meski mengaktifkan rem tangan. Padahal secara teknis itu, seharusnya dengan beban kendaraan yang berhenti di jalanan menanjak, serta menikung, mesin harus dalam keadaan mati dengan posisi masuk persneling satu.
"Sopir juga lebih memilih untuk melakukan ganjalan itu pada ban depan, sedangkan kita melihat porsi beban porsi beban otomatis lebih banyak dan lebih besar di bagian belakang, karena muatannya ada di bagian belakang," paparnya.
Pihaknya juga menyoroti bagaimana keberanian sopir truk yang membawa kendaraannya dengan kondisi tidak prima dengan sejumlah permasalahan tanpa ditemani oleh kernet. Maka ketika berhenti di tanjakan, sopir terlihat bekerja sendiri berusaha mengganjal kendaraan di ban depan kanan dan kiri, tapi ternyata tetap mundur.
Lihat Juga :