Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Sebut Kasus HIV/AIDS Terjadi Penurunan pada 2024

Senin, 23 Desember 2024 - 11:46 WIB
loading...
Wakil Ketua DPRD Jawa...
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Iwan Suryawan, menekankan pentingnya pelibatan semua pihak untuk menekan penyebaran HIV/AIDS
A A A
BOGOR - Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Iwan Suryawan, menekankan pentingnya pelibatan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, komunitas lokal, organisasi masyarakat sipil, hingga lembaga kesehatan, dalam upaya menekan penyebaran HIV/AIDS di Jawa Barat.

Menurut data terbaru dari Dinas Kesehatan Jawa Barat, jumlah kasus HIV/AIDS pada 2023 tercatat sebanyak 9.710, yang menurun menjadi 8.886 kasus pada 2024. Penurunan ini juga terlihat pada penderita perempuan, dari 2.464 orang pada 2023 menjadi 2.121 orang pada 2024. Selain itu, kasus ibu hamil positif HIV/AIDS turun dari 560 kasus pada 2023 menjadi 275 kasus pada 2024.

Sementara laporan Kota Bogor menyebutkan mulai dari Januari hingga Oktober 2024 terdapat 338 kasus HIV dan 123 kasus AIDS. Ini sebenarnya masih lebih rendah dibandingkan tahun lalu yaitu HIV 443 AIDS 177 kasus. Sedangkan, mayoritas penderita HIV AIDS berada pada usia 25-29 yang mencapai 63 persen. Kemudian usia 20-24 21,6 persen, dan diikuti lebih dari 50 tahun 8,6 persen.

Meski menunjukkan tren penurunan, Iwan yang juga menjabat sebagai Bendahara DPW PKS Jawa Barat mengingatkan kasus HIV/AIDS tetap ditemukan setiap tahun. Iwan menegaskan perlunya penguatan upaya mitigasi agar penurunan ini dapat berlangsung secara konsisten.

Baca juga: Apakah Wanita Hamil Positif HIV Menularkan Virus ke Janin? Begini Kata Ahli

“Penanganan HIV/AIDS tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan aktif masyarakat, untuk memutus rantai penyebaran HIV/AIDS,” ujar Iwan, Senin (23/12/2024).

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah deteksi dini melalui pengetesan pada kelompok populasi kunci, seperti ibu hamil dan individu yang berisiko tinggi. Deteksi dini memungkinkan penderita mendapatkan akses cepat ke layanan kesehatan yang tersedia.

Baca juga: Hari AIDS Sedunia, Masyarakat Diminta Lebih Peduli Kesehatan

Hingga saat ini, terdapat 384 fasilitas kesehatan di Jawa Barat, termasuk rumah sakit dan puskesmas, yang memberikan layanan pengobatan HIV/AIDS. Selain itu, seluruh fasilitas ini menyediakan tes HIV secara gratis bagi masyarakat. Pemerintah juga mendistribusikan obat antiretroviral (ARV) tanpa biaya melalui program nasional.

“Data dari tes digunakan untuk menentukan langkah penanganan dan pengobatan lebih lanjut, sehingga layanan kesehatan dapat berjalan lebih optimal,” kata Iwan.

Edukasi menjadi salah satu pilar utama dalam mitigasi HIV/AIDS di Jawa Barat. Kampanye terus digalakkan di sekolah, kampus, tempat kerja, dan komunitas untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai cara penularan HIV, pentingnya perlindungan diri, serta pengurangan stigma terhadap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS).

Selain itu, pemerintah menggandeng organisasi seperti Jaringan Orang Terinfeksi HIV (JOTHI) dan berbagai lembaga swadaya masyarakat untuk menjangkau kelompok rentan, termasuk pekerja seks komersial, pengguna narkoba suntik, dan kaum muda.

Meski berbagai upaya telah dilakukan, tantangan tetap ada, terutama dalam mengurangi stigma sosial terhadap ODHA. Stigma seringkali membuat penderita enggan terbuka kepada keluarga atau lingkungan sekitar, bahkan memilih menjalani pengobatan di luar daerah untuk menjaga kerahasiaan.

“Edukasi seks yang benar harus dimulai sejak dini, khususnya di tingkat SMP. Orang tua juga harus berperan aktif dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak mereka agar terhindar dari perilaku berisiko,” ujar Iwan.

Iwan menambahkan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam mendukung ODHA secara emosional dan sosial. Dukungan ini dapat membantu penderita menjalani pengobatan secara teratur dan mengurangi dampak psikologis akibat stigma.

Dengan berbagai langkah mitigasi yang dilakukan, Iwan optimistis Jawa Barat dapat mencapai target penurunan signifikan kasus HIV/AIDS pada 2030. Namun, Iwan mengingatkan keberhasilan ini memerlukan kerja sama erat antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan masyarakat.

“Edukasi, deteksi dini, dan pengurangan stigma harus terus digalakkan. Kita perlu memastikan generasi mendatang lebih terlindungi dan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai HIV/AIDS,” ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggota DPRD Jabar Soroti...
Anggota DPRD Jabar Soroti Dugaan Praktik Tak Wajar di Perguruan Tinggi
Wakil Ketua DPRD Minta...
Wakil Ketua DPRD Minta Pemprov Jabar Antisipasi Kekeringan Ekstrem
DPRD Optimistis Ekonomi...
DPRD Optimistis Ekonomi Jabar hingga Akhir Tahun 2025 Melonjak
Gelar Pengabdian Masyarakat,...
Gelar Pengabdian Masyarakat, UI Edukasi Masyarakat Tak Diskriminasi Anak ADHA
Cegah Kasus Keracunan,...
Cegah Kasus Keracunan, Wakil Ketua DPRD Jabar Usulkan Bentuk Tim Khusus Evaluasi MBG
Bandung Kembali Mencekam,...
Bandung Kembali Mencekam, Kelompok Berpakaian Hitam Mengamuk di DPRD Jabar
KPK Geledah Rumah Anggota...
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Jabar Ono Surono terkait Kasus Ade Kuswara
Ribka Tjiptaning Soroti...
Ribka Tjiptaning Soroti Tindakan Diskriminatif kepada Penyintas HIV/AIDS
Peringati Hari AIDS...
Peringati Hari AIDS Sedunia 2025, PPHA Ajak Masyarakat Lebih Pahami HIV AIDS
Rekomendasi
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Ambles ke 6.116, Transaksi Cetak Rp13,4 Triliun
Prabowo Bertemu Profesor...
Prabowo Bertemu Profesor Imperial College London di Istana, Bahas Apa?
Megawati Gelar Silaturahmi...
Megawati Gelar Silaturahmi dengan Tokoh Gerakan Nurani Bangsa, Ada Istri Gus Dur hingga Romo Magnis
Berita Terkini
Tak Punya Izin, DPRD...
Tak Punya Izin, DPRD Kota Bogor Desak Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
Diresmikan Pramono dan...
Diresmikan Pramono dan Dudy, Stasiun JIS Resmi Beroperasi
Sahroni Desak Polisi...
Sahroni Desak Polisi Tangkap Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Wanita di Bandung: Hukum Berat!
Wisata Berbasis Budaya,...
Wisata Berbasis Budaya, Tabanan Gelar Parade Gebogan dan Baleganjur
BTS Pilih Konser di...
BTS Pilih Konser di GBK Ketimbang JIS, Pramono: Yang Penting Pajaknya Masuk Jakarta
Dari Barak Militer ke...
Dari Barak Militer ke Panggung Politik, Perjalanan Ferry Irawan Panglima Baru Perindo Sultra
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved