Khofifah: Sensus Penduduk Penting untuk Terwujudnya Single Data Kependudukan
Selasa, 01 September 2020 - 15:15 WIB
loading...
A
A
A
Untuk itu, secara khusus Khofifah meminta Bupati/Wali Kota untuk mendukung, memaksimalkan dan mengkoordinasikan secara intensif pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 secara offline selama Bulan September ini.
Menurutnya, sensus ini menjadi bagian dari starting point untuk menyiapkan big data berupa single data kependudukan. "Data kependudukan menjadi kunci penting dalam membuat perencanaan pembangunan di berbagai bidang. Sehingga hasilnya akan lebih signifikan," terangnya.
Saat ini, lanjut Khofifah, pemerintah secara nasional sedang melakukan konsolidasi single data . Bila inputnya adalah dari Sensus Penduduk 2020 maka proses verifikasi dan validasinya bisa dilakukan lebih simpel. "Nantinya hasil sensus ini bisa digunakan untuk percepatan pemutakhiran data. Terutama dalam menyiapkan basis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)," tandasnya.
Sementara itu, Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan mengatakan, pada pelaksanaannya nanti, para petugas ini dilengkapi dengan identitas diri dan alat pelindung diri atau APD sesuai dengan protokol kesehatan. Bahkan sebelumnya para petugas akan dilakukan rapid test terlebih dahulu.
"Nantinya, petugas sensus akan dibantu ketua satuan lingkungan setempat yaitu RT maupun Dusun untuk melakukan pemeriksaan dan verifikasi kependudukan," imbuhnya.
Menurutnya, sensus ini menjadi bagian dari starting point untuk menyiapkan big data berupa single data kependudukan. "Data kependudukan menjadi kunci penting dalam membuat perencanaan pembangunan di berbagai bidang. Sehingga hasilnya akan lebih signifikan," terangnya.
Saat ini, lanjut Khofifah, pemerintah secara nasional sedang melakukan konsolidasi single data . Bila inputnya adalah dari Sensus Penduduk 2020 maka proses verifikasi dan validasinya bisa dilakukan lebih simpel. "Nantinya hasil sensus ini bisa digunakan untuk percepatan pemutakhiran data. Terutama dalam menyiapkan basis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)," tandasnya.
Sementara itu, Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan mengatakan, pada pelaksanaannya nanti, para petugas ini dilengkapi dengan identitas diri dan alat pelindung diri atau APD sesuai dengan protokol kesehatan. Bahkan sebelumnya para petugas akan dilakukan rapid test terlebih dahulu.
"Nantinya, petugas sensus akan dibantu ketua satuan lingkungan setempat yaitu RT maupun Dusun untuk melakukan pemeriksaan dan verifikasi kependudukan," imbuhnya.
(msd)
Lihat Juga :