Khofifah: Sensus Penduduk Penting untuk Terwujudnya Single Data Kependudukan

loading...
Khofifah: Sensus Penduduk Penting untuk Terwujudnya Single Data Kependudukan
Gubernur Khofifah Indar Parawansa.Foto/dok
SURABAYA - Kegiatan Sensus Penduduk 2020 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur (Jatim) resmi dimulai hari ini, Selasa (1/9/2020). Selama sebulan ke depan, sebanyak 32.000 petugas sensus akan door to door ke rumah warga untuk melakukan pencatatan kependudukan.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa, sensus penduduk menjadi langkah awal penting untuk terwujudkan single data kependudukan. Sebab di tahapan sebelumnya, dalam sensus penduduk secara online, baru 6,8 juta dari total 40,9 juta penduduk Jatim yang berpartisipasi. Atau baru 17,13% penduduk Jatim yang melakukan sensus penduduk online.

"Artinya ada sekitar 34,2 juta penduduk Jatim yang belum dicatatkan. Untuk itu kita semua punya tugas, tanggung jawab dan kewajiban yang sama untuk memaksimalkan sensus penduduk 2020. Ini menjadi ikhtiar kita untuk mendapatkan data yang valid dan update," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Selasa (1/9/2020).

(Baca juga:Asyik, Surabaya Kini Siapkan Bike Sharing Gowes)



Tak hanya menghasilkan data jumlah penduduk saja, namun dari sensus penduduk ini, nantinya akan didapatkan pula komposisi, distribusi dan karakteristik penduduk. Sensus Penduduk 2020 ini nantinya akan menghasilkan data dasar kependudukan yang sangat strategis dan terkini dalam rangka menuju satu data kependudukan Indonesia sebagai salah satu perwujudan dari Perpres Nomor 39 tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.

Untuk itu, secara khusus Khofifah meminta Bupati/Wali Kota untuk mendukung, memaksimalkan dan mengkoordinasikan secara intensif pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 secara offline selama Bulan September ini.

Menurutnya, sensus ini menjadi bagian dari starting point untuk menyiapkan big data berupa single data kependudukan. "Data kependudukan menjadi kunci penting dalam membuat perencanaan pembangunan di berbagai bidang. Sehingga hasilnya akan lebih signifikan," terangnya.



Saat ini, lanjut Khofifah, pemerintah secara nasional sedang melakukan konsolidasi single data . Bila inputnya adalah dari Sensus Penduduk 2020 maka proses verifikasi dan validasinya bisa dilakukan lebih simpel. "Nantinya hasil sensus ini bisa digunakan untuk percepatan pemutakhiran data. Terutama dalam menyiapkan basis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)," tandasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan mengatakan, pada pelaksanaannya nanti, para petugas ini dilengkapi dengan identitas diri dan alat pelindung diri atau APD sesuai dengan protokol kesehatan. Bahkan sebelumnya para petugas akan dilakukan rapid test terlebih dahulu.

"Nantinya, petugas sensus akan dibantu ketua satuan lingkungan setempat yaitu RT maupun Dusun untuk melakukan pemeriksaan dan verifikasi kependudukan," imbuhnya.
(msd)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top