Keyakinan Ramalan Jayabaya oleh Pangeran Diponegoro saat Gunung Merapi Meletus
Jum'at, 20 Desember 2024 - 07:23 WIB
loading...
A
A
A
Letusan Gunung Merapi itu memang cukup dahsyat, bahkan laporan - laporan pemerintahan kolonial Belanda kala itu mengonfirmasi apa yang digambarkan Pangeran Diponegoro. Di lereng-lereng gunung, penduduk berhamburan meninggalkan rumah mereka dan tiga desa di Kedu hancur. Catatan sejarah kala itu memperlihatkan letusan Gunung Merapi merupakan yang terburuk setelah terakhir kali terjadi pada 1772.
Peristiwa letusan Gunung Merapi juga hampir dapat dipastikan meningkatkan pengharapan akan datangnya Ratu Adil, yang diramalkan Jayabaya. Di mana pada mitologi Jawa lokal, roh penjaga gunung bernama Kiai Sapu Jagad.
Sosoknya inilah begitu dihormati di samping Ratu Kidul sebagai salah satu dari dua roh penjaga kesultanan. Refleksi Diponegoro tentang pertanda amarah Illahi juga dianut banyak orang di zamannya.
Sang Pangeran juga yakin akan ramalan Joyoboyo, Raja Kediri yang terkemuka itu bahwa datangnya Ratu Adil Jawa digambarkan selalu didahului oleh hujan abu, gempa bumi, kilat petir, halilintar, hujan deras, angin kencang, gerhana matahari dan bula.
Serangan wabah kolera pada 1821 yang melambungkan harga beras dan rusaknya tatanan masyarakat, dengan mudah dihubungkan dalam pikiran orang kebanyakan dengan zaman edan sebelum datangnya Ratu Adil.
Peristiwa letusan Gunung Merapi juga hampir dapat dipastikan meningkatkan pengharapan akan datangnya Ratu Adil, yang diramalkan Jayabaya. Di mana pada mitologi Jawa lokal, roh penjaga gunung bernama Kiai Sapu Jagad.
Sosoknya inilah begitu dihormati di samping Ratu Kidul sebagai salah satu dari dua roh penjaga kesultanan. Refleksi Diponegoro tentang pertanda amarah Illahi juga dianut banyak orang di zamannya.
Sang Pangeran juga yakin akan ramalan Joyoboyo, Raja Kediri yang terkemuka itu bahwa datangnya Ratu Adil Jawa digambarkan selalu didahului oleh hujan abu, gempa bumi, kilat petir, halilintar, hujan deras, angin kencang, gerhana matahari dan bula.
Serangan wabah kolera pada 1821 yang melambungkan harga beras dan rusaknya tatanan masyarakat, dengan mudah dihubungkan dalam pikiran orang kebanyakan dengan zaman edan sebelum datangnya Ratu Adil.
(cip)
Lihat Juga :