Misteri Raja Kedua Kerajaan Panjalu Cikal Bakal Kediri Warisan Airlangga
Jum'at, 13 Desember 2024 - 06:33 WIB
loading...
A
A
A
Malenga letaknya di daerah Tuban. Meskipun tidak dijelaskan siapa kiranya Aji Linggajaya itu, dapat diduga bahwa ia adalah Raja Panjalu karena pada waktu itu kerajaan yang kuat hanya Janggala dan Panjalu. Demikianlah perubahan pemerintahan dari tangan Sri Samarawijaya kepada Sri Linggajaya terjadi antara tahun 1042 dan 1052.
Sementara itu antara 1052 dan 1104 diketahui dengan pasti siapa yang memerintah di Panjalu. Dari Prasasti Sirah Keting 1104, tentang pengukuhan tanah perdikan Marjaya, anugerah Sri Jayawarsa Digjaya Sastraprabhu, bahwa pada permulaan abad 12, Panjalu diperintah oleh Sri Jayawarsa Sastraprabhu, karena prasasti menyebut nama Sri Jayasastraprabhu, maka prasasti itu disebut prasasti Sastraprabhu oleh L.C. Damais.
Prasasti Sirah Keting tidak memberitakan peristiwa sejarah yang perlu dibahas. Hingga sekarang, ini adalah satu-satunya prasasti Sri Jayawarsa yang ditemukan. Raja berikutnya ialah Sri Maharaja Sri Bameswara Sakalabhumwana Tustikarana Sarwaniwariwirya Parakrama Digjya Uttungga Dewa.
Pada prasasti Pikatan, 11 Januari 1117, menyebut dirinya Sang Juru Panjalu. Ini adalah Prasasti Sri Barmeswara yang tertua. Ia mengeluarkan beberapa prasasti lainnya. Prasastinya yang terakhir ialah prasasti Tangkilan, bertarikh 14 Mei 1130.
Sementara itu antara 1052 dan 1104 diketahui dengan pasti siapa yang memerintah di Panjalu. Dari Prasasti Sirah Keting 1104, tentang pengukuhan tanah perdikan Marjaya, anugerah Sri Jayawarsa Digjaya Sastraprabhu, bahwa pada permulaan abad 12, Panjalu diperintah oleh Sri Jayawarsa Sastraprabhu, karena prasasti menyebut nama Sri Jayasastraprabhu, maka prasasti itu disebut prasasti Sastraprabhu oleh L.C. Damais.
Prasasti Sirah Keting tidak memberitakan peristiwa sejarah yang perlu dibahas. Hingga sekarang, ini adalah satu-satunya prasasti Sri Jayawarsa yang ditemukan. Raja berikutnya ialah Sri Maharaja Sri Bameswara Sakalabhumwana Tustikarana Sarwaniwariwirya Parakrama Digjya Uttungga Dewa.
Pada prasasti Pikatan, 11 Januari 1117, menyebut dirinya Sang Juru Panjalu. Ini adalah Prasasti Sri Barmeswara yang tertua. Ia mengeluarkan beberapa prasasti lainnya. Prasastinya yang terakhir ialah prasasti Tangkilan, bertarikh 14 Mei 1130.
(cip)
Lihat Juga :