Misteri Raja Kedua Kerajaan Panjalu Cikal Bakal Kediri Warisan Airlangga

Jum'at, 13 Desember 2024 - 06:33 WIB
loading...
Misteri Raja Kedua Kerajaan...
Kerajaan Panjalu menjadi satu kerajaan yang diwarisi oleh Raja Airlangga, penguasa Kerajaan Kahuripan. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kerajaan Panjalu menjadi satu kerajaan yang diwarisi oleh Raja Airlangga , penguasa Kerajaan Kahuripan. Panjalu konon menjadi cikal bakal kerajaan besar di timur Pulau Jawa, yakni Kerajaan Kediri. Kerajaan ini merupakan pembagian dari dua putra dari Airlangga, yang diwariskan kepada kedua anaknya.

Raja pertama Panjalu konon adalah Sri Maharaja Samarawijaya Dharmasuparnawahana Teguh Uttungga Dewa. Nama raja itu diketahui dari sebuah prasasti bernama Prasasti Turun Hyang yang diketahui pada 1404.

Prasasti itu menjadi pertanda usai dua tahun setelah oleh pembelahan. Konon raja pertama Panjalu ini sudah pernah berperang melawan Sri Mapanji Garasakan dari Janggala, yang sebenarnya masih sama-sama saudara dari Airlangga.

Baca juga: Kisah Budak Sakti Istimewa yang Dimiliki Raja Airlangga saat Bertakhta

Sebagaimana dikutip dari "Tafsir Sejarah Nagarakretagama" dari sejarawan Prof. Slamet Muljana, raja pertama Kerajaan Panjalu teridentifikasi memang identik dengan Samarawijaya, karena menurut kebiasaan Rakryan Mahamantri dari calon pengganti raja.

Pascaturunnya Samarawijaya sebagai raja pertama di Panjalu ini tidak diketahui penggantinya. Prasasti Malenga tahun 1052, menguraikan bagaimana Sri Maharaja Mapanji Garasakan pernah melawan Aji Linggajaya. Oleh karena kesetiaan dan bakti para penduduk Desa Malenga, yang ikut terjun dalam peperangan maka Mapanji Garasakan memberikan anugerah Desa Sima Malenga.

Baca juga: Kisah Pertarungan Panjalu dan Jenggala setelah Raja Airlangga Turun Tahta

Malenga letaknya di daerah Tuban. Meskipun tidak dijelaskan siapa kiranya Aji Linggajaya itu, dapat diduga bahwa ia adalah Raja Panjalu karena pada waktu itu kerajaan yang kuat hanya Janggala dan Panjalu. Demikianlah perubahan pemerintahan dari tangan Sri Samarawijaya kepada Sri Linggajaya terjadi antara tahun 1042 dan 1052.

Sementara itu antara 1052 dan 1104 diketahui dengan pasti siapa yang memerintah di Panjalu. Dari Prasasti Sirah Keting 1104, tentang pengukuhan tanah perdikan Marjaya, anugerah Sri Jayawarsa Digjaya Sastraprabhu, bahwa pada permulaan abad 12, Panjalu diperintah oleh Sri Jayawarsa Sastraprabhu, karena prasasti menyebut nama Sri Jayasastraprabhu, maka prasasti itu disebut prasasti Sastraprabhu oleh L.C. Damais.

Prasasti Sirah Keting tidak memberitakan peristiwa sejarah yang perlu dibahas. Hingga sekarang, ini adalah satu-satunya prasasti Sri Jayawarsa yang ditemukan. Raja berikutnya ialah Sri Maharaja Sri Bameswara Sakalabhumwana Tustikarana Sarwaniwariwirya Parakrama Digjya Uttungga Dewa.

Pada prasasti Pikatan, 11 Januari 1117, menyebut dirinya Sang Juru Panjalu. Ini adalah Prasasti Sri Barmeswara yang tertua. Ia mengeluarkan beberapa prasasti lainnya. Prasastinya yang terakhir ialah prasasti Tangkilan, bertarikh 14 Mei 1130.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Melihat Pesona Keindahan...
Melihat Pesona Keindahan Kediri lewat Kayuhan Sepeda
Kisah 2 Utusan Pajang...
Kisah 2 Utusan Pajang Beri Laporan Palsu ke Sultan Hadiwijaya demi Lindungi Senopati di Mataram
Pemkab Tuban Edukasi...
Pemkab Tuban Edukasi Masyarakat Kelurahan Latsari Cara Kelola Sampah dari Rumah
Kekuasaan hingga Semenanjung...
Kekuasaan hingga Semenanjung Melayu Buat Kerajaan Sriwijaya Jadi Poros Perdagangan Internasional
Jejak Airlangga pada...
Jejak Airlangga pada Pendirian Kerajaan Jenggala dan Kediri
Cerita Danau Buatan...
Cerita Danau Buatan yang Mengelilingi Megahnya Istana Baru Kerajaan Mataram
Fadli Zon: Kita Perlu...
Fadli Zon: Kita Perlu Tulis Sejarah Kerajaan dan Kesultanan
Penjelasan Ending Queen...
Penjelasan Ending Queen Woo, Apa Maksud dari Goguryeo Baru?
5 Drama Korea Mirip...
5 Drama Korea Mirip Queen Woo, Tampilkan Perempuan Tangguh dan Perebutan Takhta
Rekomendasi
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
5 Calon Manajer KDMP...
5 Calon Manajer KDMP Meninggal, DPR: Hentikan Sementara Latsarmil
Teknologi Chery Super...
Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari
Berita Terkini
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
Infografis
Jumbo Geser Agak Laen...
Jumbo Geser Agak Laen Jadi Film Indonesia Terlaris Kedua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved