Gamma Tewas Ditembak Polisi, Henry Indraguna: Perbuatan Oknum, Harus Ditindak Tegas!

Minggu, 08 Desember 2024 - 22:01 WIB
loading...
Gamma Tewas Ditembak...
Pakar hukum Prof Henry Indraguna turut mengkritisi tindakan oknum Kepolisian yang diduga tidak sesuai dengan protokol. Foto/Istimewa
A A A
SEMARANG - Kasus penembakan seorang siswa SMK dan anggota Paskibra, Gamma Rizkynata Oktafandy (17) oleh Aipda Robig Zaenudin di Semarang, Jawa Tengah menjadi sorotan berbagai pihak. Peristiwa tragis ini tidak hanya menyisakan duka bagi keluarga korban, tetapi juga menimbulkan pertanyaan serius tentang prosedur dan etika penegakan hukum di Indonesia.

Pakar hukum Prof Henry Indraguna turut mengkritisi tindakan oknum Kepolisian yang diduga tidak sesuai dengan protokol. Penembakan yang dilakukan oleh Aipda Robig terjadi pada Minggu (24/11/2024) dini hari.

Kejadian ini terjadi di tengah situasi yang tidak mengindikasikan adanya ancaman terhadap nyawa sang polisi. Menurut Henry, meskipun ada dugaan bahwa korban terlibat dalam kelompok tertentu yang disebut gangster, tindakan penembakan tersebut tetap tidak dapat dibenarkan.

Baca juga: Gamma Tewas Ditembak Polisi, Komnas HAM: Tindakan Aipda Robig Extra Judicial Killing!



Ia menambahkan, bahwa tindakan oknum polisi yang menembak ke arah pinggul, bukan kaki tidak sesuai dengan prosedur yang mengharuskan tembakan peringatan terlebih dahulu.

"Ini jelas kesalahan oknum, bukan polisi secara kelembagaan. Saya khawatir Kapolrestabes Semarang dibohongi anak buahnya. Saya melihat kalau pembelaan oleh Kapolrestabes Semarang itu karena mendapatkan informasi yang salah, dan dilakukan lebih dari satu orang," terang Wakil Ketua Dewan Pembina DPP KAI ini.

Henry juga mempertanyakan motif di balik penembakan tersebut. Dia menilai bahwa tidak ada dasar hukum yang jelas untuk tindakan tersebut, terutama jika mengacu pada standar operasi prosedur kepolisian.

“Jika korban melawan, maka seharusnya ada upaya untuk melumpuhkan, jangan langsung menembaknya,” jelasnya.

Dalam konteks ini, penting untuk menyoroti bagaimana kasus ini mencerminkan masalah dalam institusi Kepolisian. Menurut dia, peristiwa pahit ini seharusnya menjadi momen introspeksi bagi Kepolisian untuk mengevaluasi dan memperbaiki sistem serta prosedur yang ada.

Ia merekomendasikan agar dilakukan tes psikologi ulang bagi anggota kepolisian yang memegang senjata, serta perlunya distribusi senjata yang lebih ketat dengan mempertimbangkan aspek psikologis dan temperamental anggota. Dia juga memberikan pandangannya dalam penekanan pentingnya transparansi dalam penegakan hukum.

“Jika terjadi kesalahan anggota maka pimpinan harus segera memberikan sanksi tegas. Law enforcement harus dijalankan secara tegak lurus dan transparansi pengusutan harus dilakukan secara fairness. Dengan begitu kepercayaan masyarakat kepada institusi kepolisian tidak luntur. Jangan karena perbuatan oknum polisi lalu institusi yang akan terkena dampak buruknya," paparnya.

Selain itu, Kepolisian harus berupaya keras untuk membangun kembali citra dan kepercayaan publik. “Slogan Presisi yang diusung oleh Kapolri harus diterapkan dengan nyata, bukan hanya sekedar kata-kata. Percayalah peristiwa ini tidak mungkin karena atas perintah atasan. Akan tetapi karena oknum yang menyalahgunakan diskresi yang ada,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Polisi Penembak Pelaku...
2 Polisi Penembak Pelaku Tawuran di Depok Dipatsus di Polda Metro Jaya
Banding Ditolak, Aipda...
Banding Ditolak, Aipda Robig Penembak Mati Siswa SMA di Semarang Dipecat dari Polri
Aipda Robig Pembunuh...
Aipda Robig Pembunuh Gama Rizkinata Divonis 15 Tahun Penjara
Tembak Pelajar di Semarang...
Tembak Pelajar di Semarang hingga Tewas, Aipda Robig Zaenudin Dituntut 15 Tahun Penjara
8 Polisi Diperiksa Terkait...
8 Polisi Diperiksa Terkait Penembakan yang Menewaskan 1 Warga di Tambang Emas Ratatotok
Oknum Brimob Polda Sulut...
Oknum Brimob Polda Sulut Tembak Warga hingga Tewas di Tambang Ilegal Ratatotok
Pakar Hukum Nilai Penanganan...
Pakar Hukum Nilai Penanganan Perkara Ijazah Jokowi Bisa Dipersoalkan
Pakar Hukum: Vonis Ibam...
Pakar Hukum: Vonis Ibam Buktikan Dakwaan Jaksa
Ibam Dituntut 15 Tahun...
Ibam Dituntut 15 Tahun Penjara, Pakar Hukum Pidana UI, UGM hingga PTIK Nilai Terlalu Janggal
Rekomendasi
Pangkas BBM, PLN Borong...
Pangkas BBM, PLN Borong 500 Motor Listrik Polytron Fox 350 Buat Operasional Jawa Timur
BMW iX xDrive45, Kemewahan...
BMW iX xDrive45, Kemewahan Sunyi Seharga Rp2,6 Miliar
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Berita Terkini
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
15 Mahasiswa Diterima...
15 Mahasiswa Diterima di Istana Wapres Gibran usai Demo di Jalan Medan Merdeka
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Ringkus Pelaku Penculikan Lansia di PIK: Tangkap Apa Pun Motifnya!
Demo Mahasiswa Belum...
Demo Mahasiswa Belum Kelar, Arus Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Tersendat
Infografis
Khamenei Tewas, 4 Nama...
Khamenei Tewas, 4 Nama Masuk Bursa Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved