Pilkada 2024 Aman, Ketua Komunitas Pemuda NTT di Jakarta: Tak ada Polarisasi di Masyarakat
Rabu, 04 Desember 2024 - 21:39 WIB
loading...
A
A
A
"Waktu Pak Ahok maju lawan Pak Anies, begitu tinggi eskalasinya. Tapi sekarang kita lihat, masyarakat menerima dengan baik," katanya.
Publik Tanah Air saat ini sudah semakin cerdas menyoroti dinamika politik nasional. Dia memastikan tidak ada tudingan cawe-cawe dari pihak penguasa di Pilkada Serentak 2024.
"Saya kan tidak melihat sampai ke sana. Masyarakat kita ini semakin cerdas. Parameternya itu dengan proses Pilkada yang berjalan dengan baik, tidak ada konflik komunal di sana. Kita bisa lihat hanya terjadi satu di Papua," ujarnya.
"Kita harus mengakui bahwa tingkat kecerdasan masyarakat dalam berproses berdemokrasi sudah semakin baik," lanjutnya.
Masyarakat saat ini sudah berlapang dada dan berjiwa besar menerima hasil Pilkada Serentak 2024. "Masyarakat ini menerima dengan baik. Hasil pilkada ini ya. Yang belum terima ini elite saja. Ini kan elite yang saya pikir tidak punya jiwa besar. Bagaimana kemudian kita berharap masyarakat ini mempunyai sikap berdemokrasi yang baik, kalau tidak juga ditunjukkan oleh para elite. Nah sekarang kuncinya kembali kepada para elite lagi. Apakah mereka punya rasa jiwa besar, rasa nasionalisme di situ. Harus belajar menerima hasil ini," kata Emanuel.
Publik Tanah Air saat ini sudah semakin cerdas menyoroti dinamika politik nasional. Dia memastikan tidak ada tudingan cawe-cawe dari pihak penguasa di Pilkada Serentak 2024.
"Saya kan tidak melihat sampai ke sana. Masyarakat kita ini semakin cerdas. Parameternya itu dengan proses Pilkada yang berjalan dengan baik, tidak ada konflik komunal di sana. Kita bisa lihat hanya terjadi satu di Papua," ujarnya.
"Kita harus mengakui bahwa tingkat kecerdasan masyarakat dalam berproses berdemokrasi sudah semakin baik," lanjutnya.
Masyarakat saat ini sudah berlapang dada dan berjiwa besar menerima hasil Pilkada Serentak 2024. "Masyarakat ini menerima dengan baik. Hasil pilkada ini ya. Yang belum terima ini elite saja. Ini kan elite yang saya pikir tidak punya jiwa besar. Bagaimana kemudian kita berharap masyarakat ini mempunyai sikap berdemokrasi yang baik, kalau tidak juga ditunjukkan oleh para elite. Nah sekarang kuncinya kembali kepada para elite lagi. Apakah mereka punya rasa jiwa besar, rasa nasionalisme di situ. Harus belajar menerima hasil ini," kata Emanuel.
(jon)
Lihat Juga :