Usut Keraton Agung Sejagat Purworejo, Polisi Gandeng 3 Profesor

Kamis, 16 Januari 2020 - 05:08 WIB
Usut Keraton Agung Sejagat...
Usut Keraton Agung Sejagat Purworejo, Polisi Gandeng 3 Profesor
A A A
SEMARANG - Tiga guru besar Universitas Diponegoro (Undip) turut dikerahkan untuk mengungkap keraton palsu yang berdiri di Purworejo Jawa Tengah. Mereka memiliki keahlian khusus di bidang sejarah dan hukum pidana.

Ketiganya adalah Prof Dr Singgih Tri Sulistiyono, Prof Dr Yety Rochwulaningsih, yang masing-masing memiliki kepakaran di bidang sejarah. Sedangkan guru besar berikutnya adalah Prof Dr Nyoman Serikat Putra Jaya, ahli hukum pidana. (Baca juga: Keraton Agung Sejagat Ternyata Miliki Kementerian Khusus Ritual )

"Kita juga melakukan kajian aspek historis, kesejarahan, apa betul masih ada jejak-jejak Kerajaan Mataram II," ujar Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, kepada awak media di Mapolda Jateng, Rabu (15/1/2020).

Jenderal bintang dua itu mengatakan, ketiga pakar dari kalangan akademik tersebut bersinergi dengan tim yang dibentuk Polda Jateng. Tim dipimpin oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng Budi Haryanto. "Untuk itu kemarin saya langsung menghubungi Rektor Universitas Diponegoro Prof Yos Johan Utama. Beliau menugaskan tiga guru besar, ahli dalam bidang masing-masing."

"Mereka adalah Profesor Singgih, ahli kesejarahan bersama Profesor Yety, yang kemarin langsung bertugas bersama Kombes Budi untuk menelusuri jejak-jejak kerajaan ini benar atau tidak. Sekarang sedang dikerjakan. Kemudian Profesor Nyoman, ahli hukum pidana, untuk melihat fenomena ini masuk dalam kategori pidana atau bukan," bebernya.

Menurutnya, penyelidikan terhadap kasus Keraton Agung Sejagat tak hanya mengedepankan aspek yuridis atau hukum. Melainkan juga aspek historis, sosiologis, filosofis, dan psikologis para pelaku.

"Berdasarkan fenomena tersebut pada 14 Januari kemarin, Polda Jawa Tengah membentuk tim untuk melakukan penyelidikan, melakukan penilaian dari berbagai aspek," terangnya.

"Kami melakukan lima aspek penilaian terhadap fenomena ini, tidak hanya yuridis. Untuk aspek filosofis (mengenai) nilai-nilai kebangsaan, ideologi yang dibawa, termasuk juga dengan dasar negara kita," tutupnya.
(sms)
Berita Terkait
Enam Kerajaan Fiktif...
Enam Kerajaan Fiktif di Indonesia yang Muncul dan Bikin Geger
Kabar Terakhir Raja...
Kabar Terakhir Raja Agung Sejagat, Divonis Empat Tahun Penjara
Kisah Keraton Dalem...
Kisah Keraton Dalem Agung Pakungwati, Kasultanan Cirebon dan Banten
Penampakan Rumah Termahal...
Penampakan Rumah Termahal Sejagat Milik Putra Mahkota Arab Saudi
Masjid Agung Surakarta,...
Masjid Agung Surakarta, Simbol Historis Dinasti Mataram Islam
Haul Sultan Agung Peringati...
Haul Sultan Agung Peringati Perjuangan untuk Bangsa
Berita Terkini
Beri Semangat Anak Pejuang...
Beri Semangat Anak Pejuang Leukemia, Polres Jakpus Wujudkan Harapan Deni Jadi Polisi Cilik
1 jam yang lalu
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Salurkan Makanan Bergizi, Warga Duri Kepa Mengaku Sangat Terbantu
1 jam yang lalu
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Bagikan Pangan Gratis untuk Warga Duri Kepa
1 jam yang lalu
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
1 jam yang lalu
Bagikan Pangan Gratis...
Bagikan Pangan Gratis dan Gelar Senam Sehat, MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Angkat Program Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
1 jam yang lalu
Pangdam Mandala Trikora...
Pangdam Mandala Trikora Mayjen Frits Tepis TNI Berangkatkan Mama Sinta ke Jakarta
1 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved