Puluhan Makam di TPU Cikutra Bandung Rusak Akibat Sungai Cidurian Meluap, 20 Jenazah Dievakuasi
Kamis, 28 November 2024 - 18:09 WIB
loading...
A
A
A
Didi menyatakan, terkait banjir yang menyebabkan kirmir Sungai Cidurian jebol hingga mengakibatkan sejumlah makam di TPU Cikutra rusak, itu disebabkan oleh curah hujan tinggi.
"Sebenarnya banjir dari hari Sabtu kemarin ya. Hari Sabtu itu intensitas curah hujan di Hulu, di Stasiun Meteorologi Lembang sekitar 104 mm. Nah kemarin itu mencapai 150 mm. Itu luar biasa. Kalau di Bandung itu rata-rata di atas 40 mm sudah banyak genangan dari drenase," ujar Didi.
Artinya, tutur Didi, kapasitas sungai tidak mampu menampung curah hujan. Selain itu, yang menyebabkan beberapa limbasan di Kota Bandung itu ada beberapa utilitas yang melintang di sungai. Yang mana itu berada di penampang basah sungai.
"Contoh, ada jembatan-jembatan yang memang dia berada di penampang basah. Artinya penampang basah itu yang harusnya air lewat. Tapi ada jembatan. Kemudian ada juga pipa-pipa air, ada kabel dan sebagainya. Utilitas itulah yang kemudian menyebabkan tempat tersangkutnya sampah," tuturnya.
Setelah diidentifikasi, kata Didi, air Sungai Cidurian meluar dan merusak makam disebabkan, pertama, ada beberapa utilitas yang melintang di penampang basah. Kemudian ada juga dan sebagainya yang berada di bawah air.
Penanganan atas masalah ini, kata Didi, akan melibatkan tim dari DSDABM Kota Bandung, Dinas Cinta Karya dan SDA Provinsi Jabar, serta BBWS. Kami akan menangani ini bersama-sama.
"Utilitas yang melintang dan tanggul-tanggul yang rendah akan di tinggikan. Kalau tidak bisa dengan permanen, dibuat darurat dulu. Karena ini kan harus segera ditangani, kita akan tangani dulu peninggian tanggul dengan menggunakan geo bag atau geo bok atau mungkin bronjong. Kita pasang di beberapa tanggul yang kira-kira itu menjadi air melimpas di sungai ini," ucap Didi.
"Sebenarnya banjir dari hari Sabtu kemarin ya. Hari Sabtu itu intensitas curah hujan di Hulu, di Stasiun Meteorologi Lembang sekitar 104 mm. Nah kemarin itu mencapai 150 mm. Itu luar biasa. Kalau di Bandung itu rata-rata di atas 40 mm sudah banyak genangan dari drenase," ujar Didi.
Artinya, tutur Didi, kapasitas sungai tidak mampu menampung curah hujan. Selain itu, yang menyebabkan beberapa limbasan di Kota Bandung itu ada beberapa utilitas yang melintang di sungai. Yang mana itu berada di penampang basah sungai.
"Contoh, ada jembatan-jembatan yang memang dia berada di penampang basah. Artinya penampang basah itu yang harusnya air lewat. Tapi ada jembatan. Kemudian ada juga pipa-pipa air, ada kabel dan sebagainya. Utilitas itulah yang kemudian menyebabkan tempat tersangkutnya sampah," tuturnya.
Setelah diidentifikasi, kata Didi, air Sungai Cidurian meluar dan merusak makam disebabkan, pertama, ada beberapa utilitas yang melintang di penampang basah. Kemudian ada juga dan sebagainya yang berada di bawah air.
Penanganan atas masalah ini, kata Didi, akan melibatkan tim dari DSDABM Kota Bandung, Dinas Cinta Karya dan SDA Provinsi Jabar, serta BBWS. Kami akan menangani ini bersama-sama.
"Utilitas yang melintang dan tanggul-tanggul yang rendah akan di tinggikan. Kalau tidak bisa dengan permanen, dibuat darurat dulu. Karena ini kan harus segera ditangani, kita akan tangani dulu peninggian tanggul dengan menggunakan geo bag atau geo bok atau mungkin bronjong. Kita pasang di beberapa tanggul yang kira-kira itu menjadi air melimpas di sungai ini," ucap Didi.
(abd)
Lihat Juga :