Cerita Kiriman Beras China ke Bali Berujung Serangan Pasukan Mataram

Minggu, 24 November 2024 - 06:29 WIB
loading...
Cerita Kiriman Beras...
Sultan Amangkurat I penguasa Mataram konon memblokade Bali pada 1963. Foto/Istimewa
A A A
KESULTANAN Mataram tak lagi menjalani hubungan dengan Bali pascaserangan ke Blambangan. Kegagalan serangan itu juga membuat Kerajaan Mataram Islam memilih untuk mengekspansi wilayah barat Pulau Jawa, meskipun belum membuahkan hasil akibat penguasaan Batavia oleh Belanda.

Tapi isu penyerangan Pulau Bali mulai menyeruak oleh Mataram. Apalagi di 1963, Sultan Amangkurat I penguasa Mataram konon memblokade Bali. Namun, ia begitu marah melihat orang-orang China mengangkut beras bukan ke Batavia, melainkan kepada musuhnya di Bali.

Dari semua daerah pantai telah diambilnya enam kapal perang, rupanya untuk menyerang Bali. Bahkan, ia ingin sekali meminjam dua atau tiga kapal dari Kompeni, tetapi tidak mau dimintanya sendiri, melainkan lebih baik disuruhnya orang lain untuk mengusulkan. Jadi, akhirnya ia sama sekali tidak berhasil.

Baca juga: Ekspansi Kerajaan Mataram ke Timur yang Berujung Pertempuran Sengit Melawan Bali

Pada 1656 dibuat rencana-rencana baru, sebagaimana dikutip dari "Disintegrasi Mataram: Di Bawah Mangkurat I". Kepala Daerah Jepara Ngabei Martanata dan pembesar-pembesar lainnya dalam waktu pendek, yaitu dua bulan, harus mempersiapkan banyak kapal, sehingga terjadi kesibukan besar untuk memperlengkapi kapal-kapal.

Setiap kepala daerah harus membangun dua gobar besar dan berkatalah Raja, "Saya ingin mengumpulkan banyak kendaraan dan senapan, dan kemudian menyerahkan diri kepada kehendak Tuhan. Setahun kemudian terjadi lagi hal seperti itu, di mana abdi-abdi Sunan Mataram datang ke daerah pantai untuk meluncurkan ke laut 12 gorab, 24 lanang, dan 100 konthing, agar bersama-sama orang Palembang melancarkan perang terhadap Bali.

Sementara itu, orang Bali bersikap lebih agresif daripada orang Mataram. Di ujung timur Jawa mereka merampas sebuah perahu milik Raja Makassar, yang dikirimkan kepada utusan-utusannya di Jepara. Mereka juga menyerbu Pasuruan, membakar rumah-rumah di sana, dan membunuh penduduknya.

Dari sanalah muncul rencana-rencana baru perundingan dengan orang Makassar dan orang Banten, untuk bersama-sama menyerang Bali. Apalagi di Bali juga sedang terjadi perang saudara yang dapat digunakan untuk mematangkan rencana serangan itu.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jro Bima, Memperluas...
Jro Bima, Memperluas Pengabdian untuk Bali lewat Jalur Politik
Wisata Berbasis Budaya,...
Wisata Berbasis Budaya, Tabanan Gelar Parade Gebogan dan Baleganjur
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Rekomendasi
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan di PN Jaksel, Kubu Jokowi Sebut Mengulur Waktu
Comeback Lewat Film...
Comeback Lewat Film Seni Merayu Tuhan, Onad Ungkap Kekagumannya pada Habib Jafar
Naik 81%, Laba PTPN...
Naik 81%, Laba PTPN Group Tembus 6,39 Triliun
Berita Terkini
154 Warga Terjangkit...
154 Warga Terjangkit ISPA Imbas Kebakaran TPA Jatiwaringin, Mayoritas Balita-Ibu Hamil
UMKM Binaan Astra Tembus...
UMKM Binaan Astra Tembus ke Luar Negeri, Omzet Petani Naik Jadi Rp11,9 Miliar
Anggota DPRD Jakarta...
Anggota DPRD Jakarta Sebut Flyover Latumenten Bisa Kurangi Macet 40%
Sisir TKP Kasus Penganiayaan,...
Sisir TKP Kasus Penganiayaan, Polda Jabar Ungkap Taufik Hidayat Pukul YTR dengan Helm dan Besi
FKM UI Gelar Pelatihan...
FKM UI Gelar Pelatihan K3 dan Kesiapsiagaan Kebakaran untuk Guru SMPN 107 Jakarta
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun Tanggul 1,48 Kilometer di Kali Grogol Kemanggisan
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved