Pasangan Muchsin Effendi-Junaidi Arif Diprediksi Menang di Pilbup Lombok Utara
Sabtu, 23 November 2024 - 12:45 WIB
loading...
A
A
A
Kedua, daya magnet dari figur Muchsin yang dipersepsikan mampu membangkitkan Kabupaten Lombok Utara dari ketertinggalan, bermodalkan kapasitas intelektual, jaringan sosio-kultural, serta gaya komunikasi simpatik yang melekat pada Muchsin.
"Terakhir, yang ketiga, terjadi migrasi elektoral dari paslon lain, yang hijrah ke paslon Muchsin-Junaidi karena dianggap mencerminkan kebaruan, dan belum terkontaminasi dengan rezim elite lokal yang bernuansa status quo," ungkap Mawardin.
Adapun kemelekatan pemilih terhadap Muchsin-Junaidi tergolong “strong voter”, pemilih yang sudah mantap pilihan politiknya. Gabungan antara basis massa tradisionalnya selama ini, konteks representasi geopolitik Lombok Utara, ditambah limpahan ceruk suara termutakhir menunjukkan Muchsin-Junaidi memiliki peluang yang sangat terbuka jelang beberapa hari pencoblosan.
Selanjutnya, Mawardin mengungkapkan, temuan lain yang menarik, Muchsin-Junaidi yang menduduki papan atas angka elektabilitas, tampaknya akan bersaing ketat dengan Najmul-Kus.
Hal itu, menurutnya, berkorelasi dengan perputaran isu-isu yang berkembang dalam ruang publik Lombok Utara. "Sentimen isu dinasti politik misalnya, ikut mempengaruhi stagnasi elektabilitas Najmul-Kus, sementara persepsi positif publik mengarah kepada Muchsin-Junaidi, terlebih manajemen konstituensi dan strategi sosialisasi yang massif," beber Mawardin.
Adapun Danny-Zaki, kata dia, meskipun manajemen isunya canggih, namun masih diasosiasikan sebagai lingkaran status quo. "Figur Danny maupun Zaki juga menarik, akan tetapi belum dikapitalisasi dengan optimal yang berdampak secara elektoral," jelasnya.
"Terakhir, yang ketiga, terjadi migrasi elektoral dari paslon lain, yang hijrah ke paslon Muchsin-Junaidi karena dianggap mencerminkan kebaruan, dan belum terkontaminasi dengan rezim elite lokal yang bernuansa status quo," ungkap Mawardin.
Adapun kemelekatan pemilih terhadap Muchsin-Junaidi tergolong “strong voter”, pemilih yang sudah mantap pilihan politiknya. Gabungan antara basis massa tradisionalnya selama ini, konteks representasi geopolitik Lombok Utara, ditambah limpahan ceruk suara termutakhir menunjukkan Muchsin-Junaidi memiliki peluang yang sangat terbuka jelang beberapa hari pencoblosan.
Selanjutnya, Mawardin mengungkapkan, temuan lain yang menarik, Muchsin-Junaidi yang menduduki papan atas angka elektabilitas, tampaknya akan bersaing ketat dengan Najmul-Kus.
Hal itu, menurutnya, berkorelasi dengan perputaran isu-isu yang berkembang dalam ruang publik Lombok Utara. "Sentimen isu dinasti politik misalnya, ikut mempengaruhi stagnasi elektabilitas Najmul-Kus, sementara persepsi positif publik mengarah kepada Muchsin-Junaidi, terlebih manajemen konstituensi dan strategi sosialisasi yang massif," beber Mawardin.
Adapun Danny-Zaki, kata dia, meskipun manajemen isunya canggih, namun masih diasosiasikan sebagai lingkaran status quo. "Figur Danny maupun Zaki juga menarik, akan tetapi belum dikapitalisasi dengan optimal yang berdampak secara elektoral," jelasnya.
Lihat Juga :