Elektabilitas Atang-Annida Unggul, Kuasai Suara Pemilih Muda di Pilkada Kota Bogor
Jum'at, 22 November 2024 - 23:09 WIB
loading...
A
A
A
Alasan utama pemilih muda mendukung calon tertentu adalah karena program kerja yang relevan dengan kebutuhan mereka (40%), rekam jejak yang baik (30%), dan kedekatan emosional dengan calon (20%).
Banyak pemilih muda yang menilai pasangan Atang-Annida memiliki visi yang sesuai dengan aspirasi mereka, sementara pasangan Sendi-Melli dihargai atas komitmen mereka terhadap pengembangan ekonomi lokal.
Survei ini juga mencatat pemilih muda menempatkan isu lapangan kerja dan pengembangan ekonomi lokal sebagai prioritas utama, dengan 40 persen responden memilih topik ini. Pendidikan berkualitas menjadi perhatian 30% pemilih muda, diikuti oleh isu kesehatan mental dan fasilitas kesehatan umum (20%), serta infrastruktur digital (10%).
Karenanya, CMB mengimbau kepada para pasangan calon untuk menyesuaikan program kerja mereka dengan kebutuhan dan aspirasi pemilih muda. "Dengan adanya sekitar 4,7% pemilih yang masih belum memutuskan pilihan, kandidat memiliki kesempatan besar untuk meraih dukungan lewat komunikasi yang lebih efektif dan program kerja yang nyata," kata Tonny.
Partisipasi aktif pemilih muda diperkirakan sangat menentukan masa depan Kota Bogor. Oleh karena itu, ujar Tonny, mengajak para calon pemilih untuk datang ke TPS pada Rabu, 27 November 2024 dan memanfaatkan waktu tersisa untuk menggali informasi sebanyak mungkin terhadap calon pasangan wali kotanya serta mewaspadai kemungkinan praktik politik uang yang dapat mengancam kualitas demokrasi di Kota Bogor.
Banyak pemilih muda yang menilai pasangan Atang-Annida memiliki visi yang sesuai dengan aspirasi mereka, sementara pasangan Sendi-Melli dihargai atas komitmen mereka terhadap pengembangan ekonomi lokal.
Survei ini juga mencatat pemilih muda menempatkan isu lapangan kerja dan pengembangan ekonomi lokal sebagai prioritas utama, dengan 40 persen responden memilih topik ini. Pendidikan berkualitas menjadi perhatian 30% pemilih muda, diikuti oleh isu kesehatan mental dan fasilitas kesehatan umum (20%), serta infrastruktur digital (10%).
Karenanya, CMB mengimbau kepada para pasangan calon untuk menyesuaikan program kerja mereka dengan kebutuhan dan aspirasi pemilih muda. "Dengan adanya sekitar 4,7% pemilih yang masih belum memutuskan pilihan, kandidat memiliki kesempatan besar untuk meraih dukungan lewat komunikasi yang lebih efektif dan program kerja yang nyata," kata Tonny.
Partisipasi aktif pemilih muda diperkirakan sangat menentukan masa depan Kota Bogor. Oleh karena itu, ujar Tonny, mengajak para calon pemilih untuk datang ke TPS pada Rabu, 27 November 2024 dan memanfaatkan waktu tersisa untuk menggali informasi sebanyak mungkin terhadap calon pasangan wali kotanya serta mewaspadai kemungkinan praktik politik uang yang dapat mengancam kualitas demokrasi di Kota Bogor.
(abd)
Lihat Juga :