Puluhan Ribu Warga Antusias Hadiri Kampanye Akbar Yohanis Manibuy - Joko Lingara
Minggu, 17 November 2024 - 13:43 WIB
loading...
A
A
A
Yohanis mengaku bersama Joko inginkan capaian kinerja di pemerintahan bisa bergerak cepat jika terpilih nantinya. Dalam menyampaikan pandangan orasi politiknya, sebagai pasangan Serasi untuk Teluk Bintuni 2024 - 2029, Yohanis Manibuy - Joko Lingara yang mengusung gerakan perubahan tampil penuh percaya diri siap mewujudkan Masyarakat yang Sehat, Energik, Religius, Andal, menuju teluk bintuni Smart dan Inovatif.
"Yo-Join (Yohanis Manibuy - Joko Lingara) adalah pasangan Serasi. Kami berdua merupakan kombinasi yang sepadan dan harmonis, energik, dari karakter kami sebagai tokoh muda politik asli Papua. Maka dengan niat yang tulus, mau bekerja keras, kami paslon Yo-Join siap mewujudkan Masyarakat yang Sehat, Energik, Religius, Andal, menuju teluk bintuni Smart dan Inovatif," ujar Yohanis.
Untuk menyelaraskan program Visinya, Yohanis - Joko menyebutkan, ada 7 misi pembangunan, serta 34 program strategis dengan 9 program unggulan bagi masyarakat, yang akan digelorakan serentak. Di antaranya, siap meningkatkan Sumber Daya Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat melalui beasiswa sesuai jenjang pendidikan, untuk mewujudkan bintuni smart.
Demikian tujuan akhir adalah, demi kemaslahatan masyarakat di Teluk Bintuni, yang telah lahir dan keberadaannya berdasarkan Undang - Undang Nomor 26 Tahun 2002 dengan luas wilayah Teluk Bintuni 18.637m2, dan telah berkembang menjadi 24 distrik dan 4 distrik pemekaran, 2 kelurahan, 115 kampung induk, dan 145 kampung pemekaran.
Kata Anisto, sapaan akrabnya, dia dan Joko Lingara sangat sedih melihat kondisi didaerah teluk bintuni yang sampai saat ini masih banyak persoalan sosial yang dihadapi Masyarakat dan rasakan. Beberapa di antaranya, masih rendahnya kualitas sumber daya manusia aparatur sipil negara, pelayanan publik yang belum memadai masih rendahnya angka partisipasi sekolah dan masih banyaknya anak-anak kita yang putus sekolah.
Rendahnya kualitas pelayanan kesehatan dsn belum lengkapnya standar pelayanan minimal bagi masyarakat di beberapa puskesmas. Masih rendahnya indeks pembangunan manusia kita dan masih tinggi angka kemiskinan, angka pengangguran terbuka dan layanan air bersih yang masih belum memadai disetiap kampung-kampung yang ditempati oleh masyarakat.
"Kita masih juga belum merasakan pemerataan fasilitas rumah layak huni bagi masyarakat, pemerataan pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, dermaga dan pelabuhan dan aliran listrik yang memadai bagi masyarakat di kampung - kampung yang belum maksimal dirasakan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi juga belum bisa dirasakan baik, karena hanya berfokus pada satu sektor yang tidak memberikan dampak langsung kepada Masyarakat," kata Anisto.
"Yo-Join (Yohanis Manibuy - Joko Lingara) adalah pasangan Serasi. Kami berdua merupakan kombinasi yang sepadan dan harmonis, energik, dari karakter kami sebagai tokoh muda politik asli Papua. Maka dengan niat yang tulus, mau bekerja keras, kami paslon Yo-Join siap mewujudkan Masyarakat yang Sehat, Energik, Religius, Andal, menuju teluk bintuni Smart dan Inovatif," ujar Yohanis.
Untuk menyelaraskan program Visinya, Yohanis - Joko menyebutkan, ada 7 misi pembangunan, serta 34 program strategis dengan 9 program unggulan bagi masyarakat, yang akan digelorakan serentak. Di antaranya, siap meningkatkan Sumber Daya Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat melalui beasiswa sesuai jenjang pendidikan, untuk mewujudkan bintuni smart.
Demikian tujuan akhir adalah, demi kemaslahatan masyarakat di Teluk Bintuni, yang telah lahir dan keberadaannya berdasarkan Undang - Undang Nomor 26 Tahun 2002 dengan luas wilayah Teluk Bintuni 18.637m2, dan telah berkembang menjadi 24 distrik dan 4 distrik pemekaran, 2 kelurahan, 115 kampung induk, dan 145 kampung pemekaran.
Kata Anisto, sapaan akrabnya, dia dan Joko Lingara sangat sedih melihat kondisi didaerah teluk bintuni yang sampai saat ini masih banyak persoalan sosial yang dihadapi Masyarakat dan rasakan. Beberapa di antaranya, masih rendahnya kualitas sumber daya manusia aparatur sipil negara, pelayanan publik yang belum memadai masih rendahnya angka partisipasi sekolah dan masih banyaknya anak-anak kita yang putus sekolah.
Rendahnya kualitas pelayanan kesehatan dsn belum lengkapnya standar pelayanan minimal bagi masyarakat di beberapa puskesmas. Masih rendahnya indeks pembangunan manusia kita dan masih tinggi angka kemiskinan, angka pengangguran terbuka dan layanan air bersih yang masih belum memadai disetiap kampung-kampung yang ditempati oleh masyarakat.
"Kita masih juga belum merasakan pemerataan fasilitas rumah layak huni bagi masyarakat, pemerataan pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, dermaga dan pelabuhan dan aliran listrik yang memadai bagi masyarakat di kampung - kampung yang belum maksimal dirasakan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi juga belum bisa dirasakan baik, karena hanya berfokus pada satu sektor yang tidak memberikan dampak langsung kepada Masyarakat," kata Anisto.
Lihat Juga :