Siswa SMA Gloria Dua Surabaya Disuruh Sujud dan Menggonggong, 8 Saksi Diperiksa
Rabu, 13 November 2024 - 14:01 WIB
loading...
A
A
A
"Pihak sekolah, dalam hal ini SMA Gloria Dua Surabaya, mendesak agar kasus ini diproses secara hukum, karena tindakan yang dilakukan oleh terduga pelaku persekusi sudah melewati batas. Siswa AN, yang menjadi korban, dipaksa untuk sujud dan mengonggong oleh terduga pelaku," kata Kombes Pol Dirmanto.
Polrestabes Surabaya sudah memanggil delapan saksi untuk dimintai keterangan terkait insiden yang terjadi. Lima di antaranya merupakan orang-orang yang diduga terlibat langsung dalam persekusi tersebut. Namun, hingga saat ini, belum ada tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini, dan penyelidikan masih terus dilakukan.
Kasus persekusi ini mendapat perhatian publik karena tindakan kekerasan verbal dan psikologis yang dilakukan terhadap siswa tersebut dianggap sangat tidak pantas dan berlebihan. Pihak kepolisian berjanji untuk menuntaskan penyelidikan ini secara transparan dan profesional.
Kombes Pol Dirmanto juga mengingatkan bahwa setiap tindakan kekerasan, baik fisik maupun psikologis, yang melibatkan anak-anak dan remaja harus ditindaklanjuti secara serius agar tidak terjadi hal serupa di kemudian hari. Kasus ini masih terus berkembang, dan pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk bersabar menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
Polrestabes Surabaya sudah memanggil delapan saksi untuk dimintai keterangan terkait insiden yang terjadi. Lima di antaranya merupakan orang-orang yang diduga terlibat langsung dalam persekusi tersebut. Namun, hingga saat ini, belum ada tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini, dan penyelidikan masih terus dilakukan.
Kasus persekusi ini mendapat perhatian publik karena tindakan kekerasan verbal dan psikologis yang dilakukan terhadap siswa tersebut dianggap sangat tidak pantas dan berlebihan. Pihak kepolisian berjanji untuk menuntaskan penyelidikan ini secara transparan dan profesional.
Kombes Pol Dirmanto juga mengingatkan bahwa setiap tindakan kekerasan, baik fisik maupun psikologis, yang melibatkan anak-anak dan remaja harus ditindaklanjuti secara serius agar tidak terjadi hal serupa di kemudian hari. Kasus ini masih terus berkembang, dan pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk bersabar menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
(abd)
Lihat Juga :