Rumah Batik dan Perjuangan Menaklukan Keterbatasan

Selasa, 12 November 2024 - 11:09 WIB
loading...
A A A
Ada beberapa syarat kelulusan seorang siswa agar bisa diwisuda. Yaitu, tingkat keaktifan mengikuti program dan penyelesaian project. Pertama, peserta tidak hadir melebihi 30 persen dari total 40 kali pertemuan dalam satu semester. Kedua, peserta yang tidak mampu menyelesaikan project bakal otomatis gagal.

Rumah Batik TBIG adalah sebuah inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) pada pilar budaya. Perusahaan punya empat pilar CSR yaitu Bangun Sehat Bersama, (kesehatan), Bangun Cerdas Bersama (pendidikan), Bangun Hijau Bersama (lingkungan), dan Bangun Budaya Bersama (budaya). “Di sini peserta tidak hanya belajar seputar proses membuat batik, tetapi juga seluk-beluk bisnis yang berputar di dalamnya. Program Rumah Batik TBIG ingin mendorong siswa mengembangkan kewirausahaan,” cetus Head of CSR Department PT Tower Bersama Infrastructure Tbk Fahmi Sutan Alatas.

Rumah Batik TBIG menerapkan sistem pembelajaran berjenjang mulai pelatihan skill membatik, kewirausahaan, dan jenjang inkubasi. Pada jenjang inkubasi, siswa Rumah Batik TBIG akan diberikan pesanan produksi batik dalam jumlah tertentu untuk memenuhi kebutuhan jaringan toko batik di Jakarta, Semarang, Solo, Cirebon dan Surabaya. Pada jenjang inkubasi ini, siswa belajar mengelola sebuah usaha skala mikro dengan bantuan permodalan tiga kali siklus produksi berbunga nol persen melalui Koperasi Bangun Bersama (KBB).

Setiap siklus yang berhasil dipenuhi, jumlah produksi akan ditingkatkan hingga akhirnya perajin menjadi pemasok batik secara reguler untuk koperasi. Batik yang diterima pun telah lulus quality control yang ketat. Selain itu, koperasi pendamping bertindak sebagai caretaker dengan memberikan kepastian pembayaran tunai kepada perajin. Ini konsep yang sangat berbeda dibandingkan jika batik perajin disimpan di toko dengan pembayaran yang biasanya lebih lama dan tidak ada kepastian.

Menurut Fahmi, pembinaan berkelanjutan ini sangat relevan karena menunjukan wujud tanggung jawab sosial yang sebenarnya. Pembinaan menyeluruh kepada peserta memberikan solusi yang bisa dijalankan. Rumah Batik TBIG diibaratkan burung-burung yang bisa bertelur, bukan hanya burung yang cantik dilihat. "Kami nggak mau cuma kasih solusi yang mengawang, harus solusi konkret dan jangka panjang," ujarnya.

Ramah Lingkungan

Dalam perjalanannya, Rumah Batik TBIG terus mendorong produk buatan alumninya agar mampu bersaing di industri batik dan membawa solusi relevan. Pengelola Rumah Batik TBIG Nanang Tri Purwanto, mengatakan program yang dijalankan terus dikembangkan, salah satunya adalah pemanfaatkan pewarna batik ramah lingkungan dan berbagai program keberlanjutan lainnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Bantu Aktivitas Ekonomi...
Bantu Aktivitas Ekonomi Nelayan, Wilmar Serahkan Peralatan Tangkap Ikan
Klive Beach Club Gandeng...
Klive Beach Club Gandeng Happiness Foundation Gelar CSR Kebahagiaan
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
Jababeka Infrastruktur...
Jababeka Infrastruktur Raih 6 Penghargaan TJSLP/CSR Awards 2026 dari Pemkab Bekasi
KPK Sita Rumah Bupati...
KPK Sita Rumah Bupati Pekalongan Fadia Arafiq di Semarang
Tumbuhkan Generasi Kreatif,...
Tumbuhkan Generasi Kreatif, Kodomo dan Alfamart Ajak 1.100 Anak Warnai Indonesia
Rekomendasi
Pakai Mobil Listrik...
Pakai Mobil Listrik di Jakarta Bisa Dapat Insentif PKB 0%, Ini Ketentuannya
OTT Lalu Ahmad Zaini...
OTT Lalu Ahmad Zaini Terkait Proyek di Lombok Barat
Mendiktisaintek Diminta...
Mendiktisaintek Diminta Tuntaskan Kasus Dugaan Plagiasi Guru Besar Teknik Unsoed
Berita Terkini
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
Polisi Tembak Pelaku...
Polisi Tembak Pelaku Curanmor yang Melawan, Sahroni: Sudah Tepat dan Terukur!
Apresiasi Prabowo soal...
Apresiasi Prabowo soal Blok Masela, Welhelm Perindo: Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Bangun Poros Baru Indonesia Timur
Potensi Perikanan Sorong...
Potensi Perikanan Sorong Menguat, Askrindo Perluas Pelindungan Nelayan
Penampakan 115 Warga...
Penampakan 115 Warga Binaan Risiko Tinggi Dipindahkan ke Nusakambangan
Cerita Pramono Diledek...
Cerita Pramono Diledek Istri setelah Argentina Gagal Juara Piala Dunia 2026
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved