Peran KH. Masjkur Tokoh Agama Sahabat Bung Karno di Pertempuran Surabaya

Selasa, 12 November 2024 - 10:00 WIB
loading...
Peran KH. Masjkur Tokoh...
Laskar Hizbullah memiliki peran penting dalam pertempuran Surabaya. Foto/SINDOnews
A A A
JATIM - Perjuangan mempertahankan kemerdekaan pada pertempuran Surabaya tak bisa dilepaskan dari pasukan Laskar Hizbullah dari Malang. Pasukan ini merupakan satu dari sekian pasukan Hizbullah yang turut berjuang di seluruh Indonesia pascakemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Perannya memang tak sementereng Tentara Berani Mati bentukan Bung Tomo, yang menjadi tokoh utama Pertempuran Surabaya. Tetapi kekuatan Bung Tomo dan pasukannya dipastikan tak akan kokoh jika tak disokong oleh para tentara dan laskar - laskar lain seperti Hizbullah, Sabilillah, yang mayoritas beranggotakan kiai, tokoh agama, dan santri di Jawa Timur.

Laskar Hizbullah tercatat sebagai pasukan bentukan tentara PETA yang merupakan pasukan Jepang. Laskar Hizbullah merupakan tentara cadangan yang disiapkan Jepang untuk menghadapi peperangan setahun menjelang Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya.

Baca juga: Laskar Hizbullah, Pasukan Cadangan Pertempuran Surabaya 10 November yang Dilatih Tentara Jepang

Pemerhati sejarah Malang Agung H. Buana menyatakan, di Malang pasukan Hizbullah tak bisa dilepaskan dari peran KH. Masjkur dari Pondok Pesantren (Ponpes) Bungkuk Singosari. KH. Masjkur merupakan salah satu tokoh agama yang turut dilatih di Cibarusah, yang sekarang masuk Bekasi saat pembentukan tentara Hizbullah oleh militer Jepang.

"Mereka yang berlatih kemudian diminta kembali ke daerah masing-masing, untuk membentuk laskar Hizbullah di daerahnya. Salah satu pimpinan Hizbullah ini adalah Kiai Haji Masjkur yang ada di Singosari," ucap Agung H. Buana, Selasa (12/11/2024).

Baca juga: Laskar Hizbullah dan Sejarah Perang di Kota Pahlawan

Di Ponpes Bungkuk itulah KH. Masjkur mulai menghimpun kekuatan dengan beranggotakan tokoh agama dan para santri. Mayoritas anggota Laskar Hizbullah adalah santri - santrinya. Sosok KH. Masjkur dan keluarga juga menjadi tokoh penting di balik tambahan pasukan dari Malang Raya dan sekitarnya untuk Pertempuran Surabaya sejak awal November 1945.

"Keluarga KH. Masjkur banyak merelakan waktu, harta, dan tenaga, untuk menyiapkan pasukan. Mulai dari perhiasan, harta benda, itu dijual untuk nyangoni (memberikan uang) pasukan ini. Jadi pasukan ini disangoni sama pengasuh Pondok Bungkuk tadi, sama keluarganya KH. Masjkur tadi," terangnya.

Peran KH. Masjkur Tokoh Agama Sahabat Bung Karno di Pertempuran Surabaya

Makam KH. Masjkur dan Masjid Bungkuk jadi saksi perjuangan melawan penjajah

Agung menambahkan, KH. Masjkur ini memang sahabatnya Bung Karno, bahkan karena kedekatannya dengan tokoh Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia ini ia ditunjuk sebagai Menteri Agama di 1947 - 1949 dan 1953 - 1955.

Di Ponpes Bungkuk itu pulalah para pasukan ini menjalani penggemblengan. Ilmu - ilmu KH. Masjkur selama pelatihan militer di Cibarusah ditularkan ke para santrinya. Ia pun bekerja sama dengan Mayjen Imam Soedja'i komandan TKR Divisi Untung Suropati yang membawahi wilayah Malang raya.

Bermodalkan persenjataan dari pemberian tentara Jepang, Hizbullah mulai menghimpun kekuatan di Malang. Apalagi dukungan dari Mayjen Imam Soedja'i yang berhasil merebut persenjataan Jepang, kian membuat persenjataan Hizbullah begitu lengkap.

"(Laskar Hizbullah sendiri) tentara cadangan bentukan Jepang. Di dalam cadangan tadi juga mereka namanya pasukan dikasih senjata oleh Jepang. Jadi tentara Jepang selain membentuk pasukan juga mempersenjatai," tukasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PTPN IV Manfaatkan Teknologi...
PTPN IV Manfaatkan Teknologi Satelit untuk Pengawasan Kebun Sawit
Sosok Mayor Madmuin...
Sosok Mayor Madmuin Hasibuan, Pimpin TKR Laoet Bertempur Melawan Tentara Sekutu
Kisah Pertempuran Pasukan...
Kisah Pertempuran Pasukan Kapten Tubagus Muslihat Pukul Mundur Penjajah Inggris dan Sekutu dari Kota Bogor
Peringati Hari Pahlawan,...
Peringati Hari Pahlawan, Kogabwilhan III Gelar Trisula Heroes Run 2025
Peringati Hari Pahlawan,...
Peringati Hari Pahlawan, 5 Ton Sampah di Pulau Kasam Dibersihkan
Kisah Marsinah, Aktivis...
Kisah Marsinah, Aktivis Buruh Asal Nganjuk yang Jadi Pahlawan Nasional
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Rekomendasi
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
Unair Tembus Peringkat...
Unair Tembus Peringkat 276 Dunia di QS WUR 2027, Raih Posisi Ketiga Nasional
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
Berita Terkini
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved