Kisah Tentara Muslim India Khianati Inggris demi Dukung Perjuangan Indonesia

Sabtu, 09 November 2024 - 14:58 WIB
loading...
Kisah Tentara Muslim...
Sebuah poster yang dipasang oleh kelompok nasionalis Indonesia di Surabaya menghimbau agar pasukan India tidak berperang melawan mereka. FOTO/IWM/Sergeant Desmond Davis
A A A
JAKARTA - Kisah tentara India yang mengkhianati Inggris untuk mendukung perjuangan Indonesia menarik diulas. Mereka melakukan aksi mogok saat ditugaskan menghadapi orang-orang Indonesia, bahkan melakukan pembelotan ke kubu Tentara Republik Indonesia.

Sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia meninggalkan banyak cerita menarik yang penuh kenangan. Bukan hanya soal kegigihan para pahlawan di medan tempur, tetapi juga perkara-perkara nonteknis yang secara tidak langsung ikut menguntungkan Indonesia.

Pada sekian contohnya, bisa diambil latar menjelang Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945. Waktu itu, ada ratusan pasukan British India dari Resimen Gurkha (sebagian beragama muslim) yang tiba-tiba membelot dari Angkatan Bersenjata Inggris dan beralih mendukung tentara Indonesia.

Baca juga: Dua Jenderal Kopassus Paling Disegani Ini Sangat Dekat dengan Gus Dur, Kini Ikuti Jejaknya Jadi Presiden

Kisah Tentara India Khianati Inggris Demi Dukung Perjuangan Indonesia

Sebagian pasukan British India merasa simpati terhadap perjuangan bangsa Indonesia yang baru saja meraih kemerdekaan. Pada satu kondisi, mereka disebut menolak perintah atasannya dan membelot ke tentara Republik.

Dalam buku 'British Occupation of Indonesia: 1945-1946' disebutkan bahwa intelijen Inggris mendapati beberapa anggota Divisi ke-23 India bersimpati dan melakukan desersi. Hal ini konon terjadi akibat propaganda perjuangan Indonesia yang disiarkan melalui radio-radio setempat.

Dituliskan A.G. Khan dalam tulisannya di Milli Gazette 2012 lalu, sekitar 600 tentara India Muslim membelot ke kelompok perjuangan Indonesia. Tak hanya melawan perintah, mereka membawakan 'hadiah' berupa persenjataan dan amunisi perang.

Usut punya usut, tentara Muslim asal India itu merasa simpati karena kesamaan agama dan nasib. Sebagaimana diketahui, mereka juga mengalami penderitaan akibat imperialisme.

Lanjut, buku Forgotten Wars: Freedom dan Revolution in Southeast Asia juga mengungkap cerita ini, tetapi dalam momen lain selain pertempuran 10 November. Para tentara India di Jawa Barat memilih menyerahkan senjata saat sekelompok laskar menyerang dengan seruan 'Allahu Akbar'.

Ketika masa revolusi berakhir, sebagian dari mereka yang masih hidup enggan pulang ke India. Sebagai gantinya, mereka memilih tinggal di sini dan menikah dengan orang setempat.

Contoh lain bisa ditunjukkan dari Brigade I dari Divisi 32 British India yang dikomandani Abdul Matin dan Ghulam Ali. Pada buku 'The Role of Pakistan During the Indonesia Struggle', mereka acap menolak perintah Inggris lantaran merasa senasib sebagai bangsa terjajah seperti Indonesia.

Setelah perjuangan berakhir, banyak di antara tokoh-tokoh militer dari British India yang kemudian jadi figur penting, baik di ketentaraan India maupun Pakistan. Beberapa di antaranya seperti Lance Naik Mir Khan, Gilmar Bani, Muhammad Yacub, dan lainnya.

Demikian ulasan mengenai kisah tentara India yang khianati Inggris untuk mendukung perjuangan serdadu Indonesia.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Rekomendasi
Purbaya Tegaskan Investor...
Purbaya Tegaskan Investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond Tak Kebal Hukum
MNC Sekuritas Hadirkan...
MNC Sekuritas Hadirkan Menu Tools dengan Fitur Screener, Stock Alert, dan Comparison di MotionTrade Lite
House And Vox Indonesia...
House And Vox Indonesia Ramaikan IIFEX EASTFOOD 2026, Hadirkan Inovasi Produk dan Cooking Demo
Berita Terkini
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Transjakarta Alihkan...
Transjakarta Alihkan 25 Armada Rute Tn Abang-Blok M dan Tj Priok-Kampung Rambutan
Transjakarta Rute Tanah...
Transjakarta Rute Tanah AbangBlok M dan Tj PriokKp Rambutan Berhenti Beroperasi 1 Juli
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan...
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan Sampah Harus Diubah dari Mengelola kepada Mencegah
Gempa Magnitudo 6,8...
Gempa Magnitudo 6,8 Guncang Pulau Tahuna Sulut
21 Titik Kantong Parkir...
21 Titik Kantong Parkir Disiapkan untuk Malam Puncak HUT ke-499 Jakarta, Ini Lokasinya
Infografis
Jurnalis Inggris: Pakistan...
Jurnalis Inggris: Pakistan Pemenang dalam Perang dengan India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved