Kampanye di Tidore, Sultan Husain Singgung Semangat Kepahlawanan Sultan Nuku
Jum'at, 08 November 2024 - 22:29 WIB
loading...
A
A
A
“Mau itu petani, pedagang, ataupun seorang nelayan yang di tengah mahalnya harga solar tapi tidak gentar melaut, guru di tengah gaji yang kecil tapi memiliki semangat besar untuk mencerdaskan putra-putri Maluku Utara, dan anak muda sekalipun dengan kreativitasnya, bahkan Ibu-Ibu sekalian adalah pahlawan,” sambungnya.
Sultan mengatakan sering kali pengorbanan ibu-ibu tak pernah dipuji, bahkan dianggap sebagai kewajiban yang dianggap biasa. Padahal, keteguhan hati mereka adalah pilar utama yang menopang kehidupan keluarga, masyarakat, dan bangsa. Para pemuka agama, pendeta, ustaz, aparat TNI dan Polri, mereka adalah pahlawan garda terdepan dalam menjaga perdamaian di tengah-tengah masyarakat.
"Bawaslu dan KPU adalah pahlawan dalam memperjuangkan pesta demokrasi yang jujur dan adil. Masing-masing kita adalah Pahlawan. Ada yang berjuang untuk mengatasi kesulitan ekonomi, ada yang berjuang untuk pendidikan dan pengetahuan, ada yang berjuang untuk memperbaiki kondisi sosial, dan ada pula yang berjuang untuk menjaga budaya dan kearifan lokal, ada yang berjuang merawat demokrasi," ujar Sultan.
"Setiap perjuangan itu penting, karena setiap langkah kecil membawa kita lebih dekat kepada perubahan yang lebih baik. Namun, meskipun kita semua bergerak di jalur yang berbeda, tujuan kita tetap sama: membangun Maluku Utara menjadi lebih maju, berbudaya, dan berkelanjutan untuk kesejahteraan," tambahnya.
Di akhir kampanyenya, Sultan Alting Sjah mengajak masyarakat untuk meningkatkan semangat dan menambah daya juang pahlawan untuk menjemput kejayaan Maluku Utara. Ia menyerukan agar rakyat Maluku Utara tidak patah semangat dalam memperjuangkan kebaikan, dan tidak berhenti hingga impian untuk membawa kembali kejayaan itu terwujud.
“Sekali layar terkembang, pantang biduk surut ke pantai. Peribahasa Makassar ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa perjuangan harus diteruskan, dan tidak boleh ada rasa gentar atau keinginan untuk menyerah dalam menghadapi rintangan yang ada," ujar Sultan dengan suara lantang.
Sultan Alting Sjah dengan segala kepribadian dan keberaniannya adalah sosok pemimpin yang layak diharapkan oleh rakyat Maluku Utara. Ia membawa pesan perjuangan yang sejalan dengan semangat Sultan Nuku, menjadikan rakyat sebagai kekuatan utama dan menghindari kepentingan pribadi.
Seorang Tokoh Pemuda Soasio Abdurrahman Abu Bakar yang turut hadir dalam pertemuan ini menyatakan dengan lantang bahwa Semangat HAS selamatkan Maluku Utara, ruhnya sama dengan revolusi Tidore di 241 tahun yang lalu. "Bahkan, sejarah Sultan Zainal Abidin Sjah menjadi Gubernur Irian Barat akan terulang kembali di negeri Maluku Utara," pungkasnya dengan penuh keyakinan, menyuarakan harapan besar masyarakat Tidore yang rindu akan sosok pemimpin yang mengayomi dan berjuang demi nasib bersama.
Sultan mengatakan sering kali pengorbanan ibu-ibu tak pernah dipuji, bahkan dianggap sebagai kewajiban yang dianggap biasa. Padahal, keteguhan hati mereka adalah pilar utama yang menopang kehidupan keluarga, masyarakat, dan bangsa. Para pemuka agama, pendeta, ustaz, aparat TNI dan Polri, mereka adalah pahlawan garda terdepan dalam menjaga perdamaian di tengah-tengah masyarakat.
"Bawaslu dan KPU adalah pahlawan dalam memperjuangkan pesta demokrasi yang jujur dan adil. Masing-masing kita adalah Pahlawan. Ada yang berjuang untuk mengatasi kesulitan ekonomi, ada yang berjuang untuk pendidikan dan pengetahuan, ada yang berjuang untuk memperbaiki kondisi sosial, dan ada pula yang berjuang untuk menjaga budaya dan kearifan lokal, ada yang berjuang merawat demokrasi," ujar Sultan.
"Setiap perjuangan itu penting, karena setiap langkah kecil membawa kita lebih dekat kepada perubahan yang lebih baik. Namun, meskipun kita semua bergerak di jalur yang berbeda, tujuan kita tetap sama: membangun Maluku Utara menjadi lebih maju, berbudaya, dan berkelanjutan untuk kesejahteraan," tambahnya.
Di akhir kampanyenya, Sultan Alting Sjah mengajak masyarakat untuk meningkatkan semangat dan menambah daya juang pahlawan untuk menjemput kejayaan Maluku Utara. Ia menyerukan agar rakyat Maluku Utara tidak patah semangat dalam memperjuangkan kebaikan, dan tidak berhenti hingga impian untuk membawa kembali kejayaan itu terwujud.
“Sekali layar terkembang, pantang biduk surut ke pantai. Peribahasa Makassar ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa perjuangan harus diteruskan, dan tidak boleh ada rasa gentar atau keinginan untuk menyerah dalam menghadapi rintangan yang ada," ujar Sultan dengan suara lantang.
Sultan Alting Sjah dengan segala kepribadian dan keberaniannya adalah sosok pemimpin yang layak diharapkan oleh rakyat Maluku Utara. Ia membawa pesan perjuangan yang sejalan dengan semangat Sultan Nuku, menjadikan rakyat sebagai kekuatan utama dan menghindari kepentingan pribadi.
Seorang Tokoh Pemuda Soasio Abdurrahman Abu Bakar yang turut hadir dalam pertemuan ini menyatakan dengan lantang bahwa Semangat HAS selamatkan Maluku Utara, ruhnya sama dengan revolusi Tidore di 241 tahun yang lalu. "Bahkan, sejarah Sultan Zainal Abidin Sjah menjadi Gubernur Irian Barat akan terulang kembali di negeri Maluku Utara," pungkasnya dengan penuh keyakinan, menyuarakan harapan besar masyarakat Tidore yang rindu akan sosok pemimpin yang mengayomi dan berjuang demi nasib bersama.
(rca)
Lihat Juga :